Baca Juga : Warga Tewas Terkena Sabetan Senjata Tajam, Polisi Diterjunkan Jaga Perbatasan Mulyobo-Bategede
Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, diduga permasalahan bermula usai perhelatan musik dangdut di Desa Ngetuk, Kecamatan Nalumsari. Sekira pukul 17.00, tiba-tiba datang gerombolan massa dari arah Desa Ngetuk menuju Desa Muryolobo.
Tanpa sebab yang jelas, dua kelompok itu pun langsung bentrok dengan menggunakan parang, batu dan persenjataan lainnya. Nampak, situasi di lokasi sangat mencekam.
Merasa terpojok, korban AR lalu mencoba lari dengan menggunakan motor bersama dengan dua temannya. Nahas, mereka justru terjatuh. Dua kawan AR lalu lari ke arah persawahan.
Sedangkan, AR saat mencoba lari menuju arah Pasar Gandu atau arah Desa Ngetuk. Dia pun lalu tertangkap oleh sekelompok massa yang diduga dari Desa Ngetuk. AR pun lalu dipukuli dengan berbagai senjata hingga akhirnya tewas.
Menanggapi permasalahan itu, malam harinya Kapolres Jepara AKBP Warsono bersama Ketua DPRD Jepara Haizul Ma'arif langsung menggelar pertemuan di balai desa Muryolobo. Menyepakati agar kejadian serupa tidak terjadi lagi dan saling menahan diri untuk menjaga kondusifitas wilayah.
Pertemuan itu dihadiri juga jajaran Forkopimcam Nalumsari, Petinggi Muryolobo, Bendanpete, Ngetuk, dan beberapa petinggi lainnya, serta warga setempat.
Ketua DPRD Jepara menyampaikan hasil dari pertemuan itu pada prinsipnya semua sepakat untuk menahan diri dan menyerahkan persoalan kepada kepolisian.
Di sisi lain, tuntutan dari warga agar kepolisian bertindak cepat. Investigasi dan menangkap pelaku. Serta memberikan hukuman seadil-adilnya. Sesuai perundang-undangan.
"Para petinggi juga hadir dan sepakat untuk koordinasi dengan warga menjaga kondusifitas wilayah masing-masing," imbuhnya.
Ia juga mengimbau masyarakat Tidak membagikan foto atau video korban. "Hormati korban yang sedang berduka," tuturnya.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, pihak kepolisian berjaga di perbatasan Desa Muryolobo-Bendapete-Ngetuk. Pengamanan itu berlangsung hingga sepekan ke depan. (war/lid/khim) Editor : Abdul Rokhim