
Jakarta - Perayaan Idul Adha selalu membawa kebahagiaan lewat melimpahnya berkas kiriman daging kurban, baik sapi maupun kambing.
Sebagian besar orang biasanya langsung bersemangat mengolahnya menjadi menu favorit seperti rendang, tongseng, atau sate.
Namun, mengurus daging kurban ternyata tidak bisa sembarangan.
Salah penanganan sedikit saja bisa membuat daging cepat membusuk, berbau prengus tajam, atau bertekstur alot saat digigit.
Supaya kualitas stok daging kurban Anda di rumah tetap prima dan tahan lama, berikut adalah 5 langkah penting yang wajib diperhatikan:
1. Bersihkan Daging dengan Benar
Mencuci daging kurban sebelum disimpan sangat disarankan demi menghilangkan sisa kotoran, debu, atau serpihan tulang yang menempel selama proses distribusi.
Dua juru masak ternama tanah air, Chef Degan Septoadji dan Chef Stefu Santoso, sepakat bahwa daging kurban sebaiknya dicuci sebelum masuk ke wadah simpan.
Tips Penting: Gunakan air mengalir dan jaga agar percikannya tidak mengontaminasi peralatan dapur lain.
Setelah dibilas, segera tiriskan daging hingga kering. Kondisi daging yang terlalu basah atau lembap justru memicu bakteri berkembang biak lebih cepat.
2. Atur Porsi dan Gunakan Wadah Terpisah
Kesalahan fatal yang sering dilakukan adalah menumpuk seluruh jenis daging, tulang, dan jeroan dalam satu kantong besar.
Jeroan memiliki aroma yang menyengat dan lebih cepat basi, sehingga wajib dipisahkan dari daging biasa sejak awal.
Bagi daging ke dalam wadah plastik kecil-kecil sesuai takaran sekali masak.



