Tampak beberapa anak TK Cemara berjejer mengenakan seragam merah putih. Menghadap pantai, sebagian badan mereka basah karena bermain di pantai. Di samping mereka, ada Bupati Jepara Dian Kristiandi sedang membawa boks transparan berisikan ratusan tukik.
Andi -sapaan akrabnya- lalu membagikan tukik kepada anak-anak itu. Andi, bersama rombongan dan anak-anak berjejer di tepi pantai untuk siap melepas tukik itu. Pada saat bersamaan, tukik itu dilepas. Anak-anak bersorak. "Yeee!".
Ada juga yang berteriak. "Ayo lari! Lari! Lari!". Seolah mengajak tukik-tukik itu berduel.
Beberapa tukik itu tampak berjalan mendekati ombak pantai. Lalu tukik itu berenang menjauh dari pantai.
Naura, salah satu siswi PAUD mengaku senang dengan acara pelepasan tukik itu. Selain bisa memegang tukik, ia senang bisa bermain air di pantai.
Dian Kristiandi mengatakan, sejak dini anak-anak perlu ditanamkan rasa cinta terhadap lingkungan. Termasuk untuk menjaga ekosistem hewan yang dilindungi, seperti penyu ini. Apalagi keberadaan penyu hampir terancam punah.
Selain melepas tukik, Andi juga ikut menanam mangrove. Kata Andi, penanaman ini untuk penataan alam untuk mencegah abrasi. Ia juga berharap aksi itu bisa bermanfaat untuk masa depan.
"Masyarakat sudah sangat sadar, lingkungan ini kita jaga bersama," kata orang nomor satu di Jepara itu.
Capung Maryadi, pengendali ekosistem hutan Taman Nasional Karimunjawa menjelaskan, saat ini kondisi Pantai Cemara masih baik. Belum ada abrasi. Namun, ia mengatakan penananaman ini penting untuk menjaga kelestarian alam. (nib/war/adv) Editor : Abdul Rokhim