Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jelang Nyepi, Umat Hindu Jepara Gelar Upacara Melasti di Pantai Bandengan

Ali Mustofa • Senin, 28 Februari 2022 | 17:27 WIB
KHIDMAT: Umat Hindu Jepara menggelar upacara Melasti di Pantai Bandengan kemarin. Proses ini, sebagai rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1944. (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/RADAR KUDUS)
KHIDMAT: Umat Hindu Jepara menggelar upacara Melasti di Pantai Bandengan kemarin. Proses ini, sebagai rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1944. (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/RADAR KUDUS)
JEPARA – Umat Hindu di Kabupaten Jepara menggelar upacara Melasti di Pantai Tirto Samudro Bandengan kemarin. Upacara tersebut merupakan salah satu rangkaian menuju Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944 pada Kamis (3/3) mendatang. Upacara melasti kemarin, sebagai salah satu upaya pembersihan alat-alat persembahyangan. Juga dilanjut mengambil air suci dari Pantai Bandengan untuk upacara Mecaru.

Rencananya, upacara itu digelar sehari sebelum Hari Raya Nyepi. Yakni Rabu (2/3) mendatang. Dalam hal itu, ada empat air suci yang diambil. Salah satunya di Pantai Bandengan, Jepara. Dan tiga lainnya ada di Desa Plajan, Pakisaji. Yakni di Belik Sumur, Belik Nangka, dan Sendang Guwolangger. Nanti air dari empat sumber itu, dijadikan satu dan dipakai saat upacara mecaru.

Dalam upacara Melasti kemarin, diikuti sekitar 30 orang. ”Sedianya diikuti 250 peserta, tapi karena adanya edaran dari Tim Satgas Covid-19, maka pesertanya dibatasi,” ujar Ketua Parisada Hindu Dharma Jepara Parsini kemarin.

Photo
Photo
KHUSUK: Umat Hindu berdoa bersama saat upacara Melasti di Pantai Bandengan kemarin. (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/RADAR KUDUS)

Kegiatannya dimulai sekitar pukul 08.30. Diawali dengan para peserta yang berarakan dari tempat parkir hingga tempat peribadatan. Parsini menjelaskan, saat sebelum pandemi, saat arak-arakan umat sembari membawa banten atau sesajen menuju lokasi peribadatan dengan diiringi alunan tarian dan gamelan. Hanya, sudah tiga tahun ini prosesi itu tak ada.

Upacara melasti merupakan rangkaian kedua yang dijalani umat Hindu sebelum menggelar Catur Brata Penyepian. Jumat (25/2) lalu, dilakukan bakti sosial dan donor darah. Juga pembersihan tempat ibadah di umat Hindu di Pakisaji.

Setelah Melasti, rangkaian ketiga yaitu mecaru. Dan terakhir ada shima krama. ”Atau dalam Islam dikenal halalbihalal. Rencananya dilaksanakan akhir Maret,” papar Parsini.

Di ujung prosesi melasti dilakukan larung sesaji ke laut. Isinya berupa hasil bumi dan hewan ternak. Ada ayam dan mentog. Setelah itu, baru dilanjut pengambilan air suci. (lin) Editor : Ali Mustofa
#jepara #air suci #umat hindu #upacar melasti #jelang nyepi #pantai bandengan