Dari foto jasad, di bagian badan atas, tidak terlihat tengkorak kepala. Kedua tangan juga tidak utuh. Terlihat lubang besar pada bagian panggul kebawah. Terlihat badan di foto berwarna putih agak menguning. Tampak badan hancur di beberapa sisi.
Kepala BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto melakukan pengumpulan data dan mengerahkan timnya untuk melakukan proses evakuasi jenazah.
Ia mengatakan, jasad ini ditemukan dua warga asal Bonang, Demak dan Mlonggo, Jepara.
Jasad tanpa identitas itu ditemukan seorang pemancing. Ini dikonfirmasi Kapolsek Mlonggo, Suditjipto kemarin. Malam hari (14/01), pihaknya mendapat laporan warga meminta tolong ada mayat ditemukan. Saat itu pukul 19.30 WIB. Mayat ditemukan di area pinggir pantai.
Ia mengatakan ada kemungkinan jasad yang telah mati itu terbawa arus ombak dari pantai. “Belakangan ombak memang sedang tinggi,” jelasnya.
Pihaknya langsung berkoordinasi dan memanggil tim dari kabupaten. Selanjutnya, pukul 21.00 WIB jasad berhasil dievakuasi dari pantai menuju RSUD Kartini untuk dilakukan pemeriksaan.
Saat ke lokasi, pihaknya menemukan jasad sudah rusak. “Menurut perkiraan dokter, jasad itu sudah berbulan-bulan mati,” ungkapnya.
Dengan kondisi ini ia mengatakan dokter tidak bisa mengidentifikasi jenis kelamin korban. Terlihat jasad ditemukan dengan tangan yang masih mengenakan sweater hitam.
Pihaknya berencana akan memakamkan jasad tersebut bersama petinggi desa. Apabila tiga hari sejak ditemukan belum ada yang mencari. Editor : Kholid Hazmi