Pengerjaan breakwater tersebut dimulai sejak Juli lalu. Dan baru saja rampung 6 Desember lalu. ”Tak ada penambahan waktu pengerjaan,” terang Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jepara Trisno Santosa melalui Kabid Perhubungan Laut Suroto kemarin (29/12).
Setelah rampungnya breakwater tersebut dirinya berharap dapat turut menolong masyarakat pesisir Jepara yang biasa memarkirkan perahu mereka di sekitar Pelabuhan Kartini. Agar meminimalisasi risiko ketika kapal-kapal bertabrakan dengan dermaga. ”Karena saat musim baratan itu berat bagi kami,” ungkap Suroto.
Breakwater itu di sisi barat pagar pelabuhan atau di ujung paling timur objek wisata Pantai Kartini. Panjangnya lebih dari 100 meter. Paket pengerjaan tersebut dianggarkan melalui APBD Kabupaten Jepara 2021. Kontrak pekerjaan itu senilai Rp 7,7 miliar.
Sebelumnya di area tersebut sudah terdapat breakwater. Terbuat dari blok beton berbentuk kubus dan di pasang mengerucut ke atas. Namun beberapa bagiannya sudah longsor. Sebab itu kontruksinya direhab. Blok beton bagian paling atas diambil. Sementara bagian bawah berupa batu belah diganti tetra port. Kemudian bagian atas ditutup kembali menggunakan blok beton.
Sebelum itu, Kementerian Perhubungan RI telah mengkaji area pelabuhan. Breakwater yang sudah ada, dinilai sudah tidak efektif memecah gelombang arus laut. Sehingga perlu direhab. (war) Editor : Ali Mustofa