Lestari Moerdijat, pembina Yayasan Dharma Bakti Lestari, menyampaikan, pihaknya mengajak pemerintah kabupaten (pemkab) dan warga Jepara menggelorakan kembali usulan gelar pahlawan nasional untuk Ratu Kalinyamat. Sebelumnya, usulan serupa pernah disampaikan sejumlah pihak pada 2005 lalu, namun gagal.
”Kami tidak bisa sendiri. Harus secara gotong royong bersama pemerintah, masyarakat, dan komunitas yang peduli dengan perjuangan Ratu Kalinyamat,” tuturnya kemarin.
Surat usulan telah dilayangkan kepada presiden melalui Kementerian Sosial. Meski begitu, bukti-bukti pendukung masih terus dikumpulkan dari berbagai pihak dan masyarakat. ”Forum diskusi juga akan kami gelar di sejumlah kota. Puncaknya nanti di Jakarta," kata perempuan yang karib disapa Mbak Rerie ini.
Beberapa hal yang menjadi ganjalan pada pengajuan 2005 lalu terkait salah satu peristiwa yang dialami Ratu Kalinyamat. Yakni ketika Ratu Kalinyamat memutuskan topo udo sinjang rambut. Atau semedi tanpa busana. Namun, istilah itu tidak bisa diartikan secara tekstual. ”Harus dilihat konteks peristiwanya saat itu. Pemaknaannya diartikan sebagai semedi dengan meninggalkan pakaian kebesaran sebagai seorang ratu,” katanya.
Meski menjadi penguasa, Ratu Kalinyamat tak melupakan kodratnya sebagai perempuan. Lantaran tak memiliki anak dari perkawinannya dengan Sultan Hadirin, Ratu Kalinyamat lalu mengasuh sejumlah anak angkat. Itu seperti adik bungsunya sendiri, sepupu, keponakan, hingga putri Sultan Cirebon.
”Ratu Kalinyamat ini tidak hanya cantik, tapi juga cerdas. Pengetahuan beliau luas, memiliki jiwa kepemimpinan yang andal, dan piawai berdiplomasi," ungkap Rerie.
Selain menjadi tokoh sentral dalam penyelesaian konflik di tubuh Kesultanan Demak, Ratu Kalinyamat juga sukses membawa Jepara ke puncak kejayaannya. Beliau sukses menjadikan Jepara sebagai pusat perdagangan dan pusat kekuatan militer. Pelabuhan yang ada di Jepara menjadi pelabuhan utama bagi ekspor-impor dan membangun pelabuhan penyokong di sekitar Jepara.
Rerie menambahkan, pemikiran, gagasan, dan sepak terjang Ratu Kalinyamat harus diakui sudah melampui zamannya. Ratu Kalinyamat memiliki visi dan misi yang jauh ke depan. Yaitu poros maritim dunia.
”Strategi penguasaan poros maritim ini yang menjadi program pemerintahan saat ini. Ternyata konsep itu sudah diimplementasikan Ratu Kalinyamat pada masanya,” tandasnya. (lin) Editor : Ali Mustofa