Produksi Terpenuhi, Bawang Merah Brebes Mulai Diekspor ke Thailand

Anita Fitriani • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 11:54 WIB
Ilustrasi Karyawan dan karyawati mengemas bawang merah
Ilustrasi Karyawan dan karyawati mengemas bawang merah

BREBES — Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kembali memperluas pasar bawang merah dengan mengirimkan komoditas tersebut ke Thailand pada September 2026.

Pengiriman ini dilepas oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dari fasilitas penyimpanan atmosfer terkendali atau Controlled Atmosphere Storage (CAS) di Brebes pada Sabtu, 12 September 2026.

Ekspor tersebut menjadi penanda bahwa bawang merah Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mulai bersaing di pasar regional Asia Tenggara.

Baca Juga: Harga Cabai Rawit Merah Melonjak, Konsumen Harus Membayar Rp90.050 per Kilogram

Bawang merah Brebes merupakan salah satu komoditas utama pertanian Jawa Tengah yang memiliki peran penting dalam produksi nasional.

Pemerintah mencatat Brebes menyumbang sekitar 20 persen produksi bawang merah nasional dan sekitar 60 persen produksi bawang merah di Jawa Tengah.

Dengan luas tanam yang berkisar antara 30.000 hingga 35.000 hektare per tahun, Brebes mampu menghasilkan sekitar 300.000 hingga 350.000 ton bawang merah.

Baca Juga: Cari Suvenir MTQ Nasional XXXI, Yuk Kunjungi Dekranasda Store Jateng

Besarnya kapasitas produksi tersebut menjadi salah satu dasar bagi pemerintah untuk memperluas pasar bawang merah Brebes ke luar negeri.

Thailand dipilih sebagai salah satu tujuan pengiriman karena memiliki kebutuhan terhadap komoditas bawang merah sekaligus menjadi bagian dari pasar regional yang penting bagi produk pertanian Indonesia.

Ekspor ini diharapkan dapat memberikan alternatif pasar bagi petani, terutama ketika produksi meningkat dan pasokan dalam negeri telah mencukupi.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, perluasan pasar diperlukan agar hasil produksi petani dapat terserap dengan baik.

Menurutnya, peningkatan produksi harus diikuti dengan kepastian pasar sehingga petani tidak menghadapi kesulitan ketika hasil panen melimpah.

Baca Juga: Duka Keluarga di Surabaya: Dua Anak Tewas Terbakar di Kamar

Pemerintah juga ingin memastikan bahwa petani memperoleh harga yang lebih baik melalui pembukaan pasar, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Pengiriman ke Thailand juga dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas CAS. Penyimpanan dengan atmosfer terkendali digunakan untuk membantu menjaga kondisi bawang merah sebelum dikirim ke negara tujuan.

Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki tata kelola pascapanen, sehingga kualitas komoditas tetap terjaga selama menunggu proses distribusi dan pengiriman ekspor.

Baca Juga: MTQ Nasional XXXI Semarang Jadi Ruang Kebersamaan dan Persatuan 37 Provinsi

Selain Thailand, bawang merah asal Brebes telah dipasarkan ke sejumlah negara Asia Tenggara lainnya, seperti Vietnam, Malaysia, dan Singapura.

Namun, pengiriman ke Thailand pada September 2026 menjadi perhatian karena menunjukkan upaya pemerintah untuk memperluas jangkauan pasar ekspor sekaligus memperkuat posisi bawang merah Brebes sebagai produk pertanian yang memiliki daya saing regional.

Pemerintah menegaskan bahwa ekspor tetap harus dilakukan dengan mempertimbangkan ketersediaan bawang merah untuk kebutuhan masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Demi Keamanan Pengunjung, Kawasan Bromo Ditutup Imbas Kebakaran yang Makin Luas

Perluasan pasar luar negeri tidak boleh mengurangi pasokan domestik atau mengganggu stabilitas harga.

Karena itu, peningkatan produksi menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan konsumsi dalam negeri dan permintaan ekspor.

Berdasarkan proyeksi neraca pangan yang disampaikan Badan Pangan Nasional, produksi bawang merah nasional pada 2026 diperkirakan mencapai sekitar 1,32 juta ton, sedangkan kebutuhan konsumsi diperkirakan sekitar 1,25 juta ton.

Selisih produksi dan kebutuhan tersebut menjadi salah satu ruang bagi pemerintah untuk mendorong penyerapan komoditas melalui pasar ekspor, selama pasokan dalam negeri tetap aman.

Baca Juga: Bus PO Tunas Muda Terbakar di Tol Batang-Semarang, Penumpang Berhasil Evakuasi Diri

Selain ekspor, pemerintah juga berupaya memperkuat pasar domestik dengan mendorong penyerapan bawang merah produksi petani untuk kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis melalui Badan Gizi Nasional.

Langkah ini ditujukan agar produksi petani memiliki lebih banyak jalur penyerapan, sehingga tidak hanya bergantung pada pasar tradisional atau perdagangan antardaerah.

Penguatan produksi bawang merah Brebes juga akan diarahkan pada perbaikan perbenihan dan peningkatan produktivitas.

Baca Juga: MTQ Nasional XXXI Dongkrak Ekonomi Semarang, Okupansi Hotel Tembus 80 Persen

Pemerintah berencana mengurangi ketergantungan terhadap benih impor serta mendorong penggunaan benih yang mampu menghasilkan bawang merah sesuai dengan kebutuhan pasar.

Kualitas produk menjadi faktor penting karena pasar ekspor memerlukan komoditas yang memenuhi standar tertentu dalam hal ukuran, kondisi, kebersihan, dan daya tahan.

Ekspor bawang merah Brebes ke Thailand pada September 2026 menunjukkan semakin terbukanya peluang komoditas pertanian daerah untuk masuk ke pasar Asia Tenggara.

Dukungan fasilitas penyimpanan, serta perluasan jaringan pasar, bawang merah Brebes berpotensi memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani dan pelaku usaha.

Pemerintah tetap perlu menjaga keseimbangan antara ekspor, kecukupan pasokan nasional, dan stabilitas harga agar peningkatan produksi dapat benar-benar memperkuat kesejahteraan petani.

Editor : Ali Mustofa
ekspor pangan berita jateng brebes thailand bawang