SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan sumber daya manusia berdaya saing global. Sebanyak 401 peserta mengikuti seleksi Program Magang ke Jepang 2026 yang digelar di Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah, Senin (6/7).
Program tersebut menjadi salah satu upaya Pemprov Jateng membuka peluang kerja sekaligus meningkatkan kompetensi generasi muda melalui pengalaman bekerja di luar negeri. Dari total 508 pendaftar, peserta yang lolos administrasi tidak hanya berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah, tetapi juga dari sejumlah provinsi lain di Indonesia.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menilai tingginya antusiasme peserta menjadi bukti bahwa tenaga kerja Indonesia, khususnya dari Jawa Tengah, memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat internasional. Karena itu, ia meminta para peserta menjaga nama baik daerah dan bangsa dengan menunjukkan etos kerja, kedisiplinan, serta profesionalisme.
"Tenaga kerja Indonesia tidak kalah dengan tenaga kerja negara lain. Etos kerja Indonesia patut diperhitungkan sebagai sumber daya manusia yang kompetitif di tingkat internasional," ujarnya.
Luthfi juga mengingatkan bahwa proses seleksi merupakan bagian dari pembelajaran. Peserta yang belum berhasil diminta tidak menyerah karena kesempatan masih terbuka pada seleksi berikutnya.
"Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Jangan berkecil hati apabila belum diterima. Saya bangga karena kalian sudah berani mencoba," katanya.
Kepala Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah Ahmad Aziz mengatakan, program magang ke Jepang tidak hanya membuka akses lapangan kerja, tetapi juga menjadi sarana transfer pengetahuan dan budaya kerja. Para peserta diharapkan kembali ke Indonesia dengan membawa pengalaman, keterampilan, serta karakter kerja yang dapat mendukung pembangunan daerah.
Semangat itu tercermin dari para peserta. Bima Sujatmiko (18), asal Pemalang, mengikuti seleksi dengan tekad membantu meningkatkan perekonomian keluarga dan membiayai pendidikan adiknya.
Sementara Andi Ardiansyah asal Bima, Nusa Tenggara Barat, ingin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempelajari budaya kerja Jepang yang disiplin, tertib, dan produktif agar dapat diterapkan di Indonesia setelah kembali.
Peserta lainnya, Eko Prasetyo asal Tegal, memandang program magang sebagai bekal untuk membangun masa depan sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat di daerahnya. Menurutnya, nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan saling menghormati yang diterapkan di Jepang layak dicontoh.
Wakil Direktur IM Japan, Yamauchi Takeshi, menegaskan bahwa tujuan utama program magang bukan semata mencari penghasilan, melainkan membentuk karakter, meningkatkan keterampilan, dan memahami budaya kerja Jepang.
Melalui program ini, Pemprov Jawa Tengah berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki kompetensi global sekaligus mampu membawa pulang pengalaman dan inovasi untuk mendukung pembangunan daerah. Program tersebut menjadi salah satu langkah nyata Jawa Tengah dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di pasar kerja internasional. (*)
Editor : Admin