SEMARANG — Kejadian tragis antara Kereta Api jarak jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026) menimbulkan dampak luas hingga Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang, di mana 198 penumpang membatalkan perjalanan mereka hingga Selasa siang (28/4/2026).
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 20.57 WIB ketika KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur, diduga akibat kendaraan yang mogok di perlintasan, yang mengakibatkan KRL berhenti sejenak.
Tabrakan ini merusak gerbong paling belakang KRL, termasuk gerbong khusus perempuan, yang menyebabkan cedera dan 14 orang meninggal dunia.
PT KAI segera menutup Stasiun Bekasi Timur untuk sementara waktu dan mengalihkan perjalanan KRL ke Stasiun Bekasi untuk melakukan penyelidikan dan perbaikan.
Baca Juga: OJK Panggil Indosaku Pasca Insiden DC Pinjol Buat Laporan Kebakaran Palsu ke Damkar Semarang
Gangguan operasi kereta secara nasional akibat insiden ini membuat sembilan perjalanan kereta api di Daop 4 Semarang dibatalkan, termasuk KA Argo Sindoro, Menoreh, dan Argo Muria yang mengarah ke Jakarta dan Surabaya.
Hingga pukul 12.00 WIB Selasa (28/4/2026), Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif mencatat bahwa terdapat 198 penumpang yang membatalkan tiket mereka, dengan jumlah terbanyak dari Stasiun Semarang Tawang sebanyak 117 penumpang, diikuti oleh Tegal 30 penumpang, Pekalongan 17, Semarang Poncol 9, serta Cepu 8 penumpang.
Penumpang yang terdampak umumnya berencana berangkat dari stasiun-stasiun utama di Jawa Tengah menuju arah barat.
KAI Daop 4 Semarang dengan cepat memberikan informasi tentang pembatalan melalui pesan singkat dan aplikasi WhatsApp berdasarkan data tiket yang terdaftar, sehingga penumpang bisa segera mengetahui dan mengajukan pengembalian dana.
Semua penumpang yang membatalkan tiket mereka berhak mendapatkan pengembalian biaya tiket secara penuh 100 persen, sebagai bentuk kompensasi atas gangguan yang tidak terduga ini. (*)
Editor : Anita Fitriani