SEMARANG - Kota Semarang diterjang hujan deras disertai angin kencang pada Rabu sore (4 Maret 2026) yang menyebabkan puluhan pohon tumbang di berbagai titik jalan protokol.
Kejadian ini berlangsung sekitar 15 menit, kejadian ini merusak fasilitas umum, menimpa kendaraan, dan memicu kemacetan parah serta pemadaman listrik di beberapa wilayah, meski belum ada laporan korban jiwa.
Badai melanda sekitar pukul 17.00 WIB, membuat jarak pandang terbatas dan angin kencang merobohkan pohon besar, baliho, serta atap bangunan.
Lokasi yang terdampak berada di Jalan Teuku Umar dekat kantor PLN Jatingaleh, di mana pohon setinggi belasan meter tumbang dan menimpa mobil serta baliho, menyumbat arus lalu lintas.
Di Jalan S Parman dekat RSUP dr Kariadi, Jalan Suratmo, Jalan Bendan Duwur kawasan Universitas Katolik Soegijapranata, serta Jalan Kaligarang dan Bojong Salaman, pohon roboh menutupi jalan sepenuhnya, kejadian ini memaksa pengendara berhenti atau bergantian lewat.
Saksi mata melaporkan pengendara motor banyak yang kehilangan keseimbangan dan terjatuh karena hembusan angin ekstrem, sementara pohon peneduh menimpa mobil parkir atau yang sedang melintas.
Data sementara mencatat lebih dari 15- puluhan pohon tumbang, ditambah kerusakan atap rumah dan gedung perkantoran.
Pemadaman listrik meluas akibat pohon merobohkan tiang dan gardu dan memengaruhi sebagian besar wilayah kota hingga malam hari.
Video viral di Instagram dan media sosial juga melihatkan pohon ambruk di dekat Akpol Semarang dan alun-alun, dengan suara gemuruh angin yang mencekam. Tim Satpol PP, Dishub, Disperkim, dan PLN segera dikerahkan untuk evakuasi puing menggunakan alat berat, meski kemacetan berlangsung hingga dini hari.
Hingga Kamis pagi (5 Maret 2026), sebagian besar puing sudah dibersihkan, tapi lalu lintas masih tersendat di titik rawan. Sementara BMKG mengimbau warga tetap waspada terhadap cuaca ekstrem.
Kejadian ini menjadi kerentanan Semarang terhadap perubahan iklim, dengan dorongan audit berkala pohon pinggir jalan demi keselamatan publik.
Editor : Mahendra Aditya