RADAR KUDUS – Pengerjaan proyek peninggian Jalan Kaligawe Raya terus berdampak pada kelancaran arus lalu lintas.
Memasuki hari ketiga pelaksanaan, sejak dimulai pada Selasa (13/1/2026), kemacetan dan kepadatan kendaraan masih terjadi di sejumlah titik utama.
Antrean kendaraan terlihat mengular dari lokasi proyek peninggian jalan di depan Kampus Universitas Sultan Agung (Unissula) Semarang ke arah barat hingga mencapai Jembatan Kalitenggang, tepatnya di sisi timur palang pintu perlintasan kereta api Kaligawe.
Baca Juga: Proyek Peninggian Jalan Kaligawe Picu Kemacetan Parah, Pengendara Terjebak Berjam-jam
Sementara itu, dari arah sebaliknya, kepadatan kendaraan juga memanjang hingga Jalan Arteri Yos Sudarso, Kecamatan Semarang Utara, mendekati jembatan layang di pintu masuk Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas.
Kondisi terparah terpantau di ruas Jalan Arteri Yos Sudarso. Di jalur ini, kendaraan nyaris tidak bergerak.
Selain terdampak langsung proyek peninggian Jalan Kaligawe, kepadatan juga dipicu oleh adanya pembangunan jembatan layang penghubung Jalan Tol Kaligawe yang telah berlangsung sebelumnya.
Salah seorang warga sekitar, Yoga, mengatakan bahwa kemacetan di Jalan Arteri Yos Sudarso hampir terjadi setiap hari.
Menurutnya, kombinasi beberapa proyek pembangunan menjadi penyebab utama kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut.
“Macet sudah sejak kemarin, panjang sampai ke sini. Di sana ada pembangunan jalan tol, ditambah lagi proyek di Jalan Raya Kaligawe,” ujarnya.
Tak hanya di Jalan Arteri Yos Sudarso, kepadatan kendaraan juga terpantau di Jalan Ronggolawe, tepat di bawah jembatan layang depan pintu masuk Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Kamis (16/1/2026).
Baca Juga: Sunnatullah dalam Kehidupan: Keadilan Allah SWT di Balik Kebiasaan Sehari-hari
Antrean kendaraan bahkan mencapai traffic light simpang Jalan Pengapon.
Meski demikian, arus lalu lintas dari Jalan Pengapon menuju Kaligawe terpantau padat namun masih bergerak lancar.
Kondisi ini lebih baik dibandingkan hari sebelumnya, Rabu (15/1/2026), ketika jalur tersebut sempat mengalami kemacetan cukup panjang akibat pengalihan arus pengendara, khususnya truk, yang menghindari kepadatan di Jalan Arteri Yos Sudarso.
“Kemarin macet sampai jam empat sore. Kalau hari ini sudah lebih lancar,” tutur Trisno, pedagang di kawasan Jalan Kaligawe.
Kapolsek Genuk, Kompol Rismanto, menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem contra flow guna mencegah antrean kendaraan semakin panjang.
Baca Juga: Bukan Sekadar Kewajiban, Ini Rahasia Shalat Tepat Waktu
Rekayasa ini dilakukan secara situasional menyesuaikan kondisi di lapangan.
“Tadi pagi kita terapkan contra flow mulai pukul 10.00 sampai 11.30. Jalur dari timur ke barat kan biasanya dua lajur, kita manfaatkan satu lajur untuk arus dari barat ke timur,” jelasnya.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi agar kepadatan kendaraan dari arah barat tidak sampai mengular hingga melintasi rel kereta api, yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Contra flow ini untuk mencegah kemacetan panjang. Jangan sampai kendaraan berhenti di atas perlintasan rel kereta api, karena itu sangat berbahaya,” tegasnya.
Kompol Rismanto menambahkan, penerapan contra flow akan terus dilakukan secara fleksibel, terutama pada jam-jam sibuk seperti saat berangkat dan pulang kerja.
Jika kondisi lalu lintas sudah kembali normal, arus kendaraan akan dikembalikan seperti semula.
“Pemberlakuannya situasional. Kalau arus sudah mulai berkurang, kita normalkan kembali,” ujarnya.
Terkait kepadatan di Jalan Arteri Yos Sudarso, pihak kepolisian mengakui kondisi tersebut sulit dihindari.
Selain proyek peninggian jalan, kerusakan jalan berupa lubang-lubang di beberapa titik turut memperlambat laju kendaraan.
“Di Jalan Yos Sudarso juga banyak lubang, sehingga kendaraan harus melambat. Ini yang memicu kepadatan,” tambahnya.
Meski demikian, aparat kepolisian tetap disiagakan di lapangan untuk mengatur dan mengurai arus lalu lintas.
Pengguna jalan pun diimbau untuk sementara waktu menghindari Jalan Raya Kaligawe dan memanfaatkan jalur alternatif yang tersedia.
“Kami mengimbau masyarakat agar menggunakan jalur lain untuk menghindari kemacetan. Selain itu, pengendara diminta tetap waspada dan berhati-hati saat melintas di kawasan padat kendaraan,” pungkasnya.
Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Jumat Ini: Galeri24 Stabil, UBS Turun Rp10 Ribu
Kepadatan lalu lintas ini paling terasa di jalur dari arah barat menuju timur, atau mengarah ke simpang traffic light Terboyo.
Antrean kendaraan didominasi oleh truk-truk besar, disusul kendaraan roda empat dan sepeda motor.
Laju kendaraan berjalan sangat lambat sehingga pengendara harus ekstra bersabar.
Pengendara sepeda motor terlihat harus lebih berhati-hati. Mereka kerap mencari celah di antara truk-truk besar untuk bisa melaju, namun ruang yang tersedia sangat terbatas dan hanya cukup dilalui satu sepeda motor.
Di sisi lain, aktivitas proyek peninggian jalan terus berlangsung. Para pekerja tampak sibuk dengan dukungan alat berat seperti beko serta truk dump yang keluar masuk lokasi untuk mengangkut material urukan.
Pantauan di lapangan menunjukkan Jalan Raya Kaligawe, tepatnya di depan Sekolah Sultan Agung 3 hingga depan Kampus Unissula Semarang pada jalur barat–timur, telah ditinggikan menggunakan tanah urukan. Namun, hingga kini ruas tersebut belum dilapisi aspal.
Area proyek ditutup dan dilengkapi rambu-rambu peringatan agar pengendara lebih waspada.
Sementara jalur yang belum ditinggikan masih dilalui kendaraan, baik kecil maupun besar, meski dengan kecepatan sangat terbatas.