Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sekitar 27 warga diduga masih tertimbun material longsoran.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa perkiraan jumlah warga yang belum ditemukan didasarkan pada laporan lapangan dari BPBD Banjarnegara.
“Tim gabungan masih melakukan penyisiran dan pencarian di area yang tertimbun tanah. Hingga hari ini, diperkirakan 27 orang belum ditemukan,” ujar Abdul.
Baca Juga: Longsor Cilacap: 16 Korban Tewas, 7 Masih Dicari Tim SAR
Kronologi Kejadian
Peristiwa longsor terjadi pada Sabtu (15/11) sore di wilayah Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum.
Hujan deras yang mengguyur sejak siang diduga menyebabkan tebing di atas area pemukiman dan lahan pertanian runtuh.
Material longsor kemudian menimpa beberapa rumah warga serta kawasan persawahan dan perkebunan di sekitar lokasi.
Evakuasi dan Korban
Menurut data sementara, tim penyelamat berhasil menemukan dan mengevakuasi 34 warga yang sempat terjebak di area hutan dekat lokasi longsor.
Selain itu, petugas mencatat dua warga meninggal dunia, dua lainnya mengalami luka-luka, dan lebih dari 800 penduduk mengungsi ke titik-titik aman.
Korban luka telah mendapatkan perawatan medis di RSUD Banjarnegara serta Puskesmas Pandanarum.
Tempat Pengungsian dan Kerusakan
Warga yang terdampak kini tersebar di tiga tempat pengungsian:
-
Kantor Kecamatan Pandanarum
-
GOR Desa Beji
-
Gedung Haji Desa Pringamba
Longsor juga menyebabkan kerusakan terhadap 30 rumah, serta merusak lahan pertanian dan perkebunan milik warga.
Penyebab Longsor
BPBD Banjarnegara menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Desa Situkung menyebabkan tanah yang labil tidak mampu menahan beban air, sehingga memicu longsoran besar.
Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian dengan bantuan alat berat dan anjing pelacak untuk menemukan para korban yang masih hilang.
Editor : Ali Mustofa