Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Korban Longsor Cibeunying Bertambah, Total 11 Warga Ditemukan Meninggal

Zainal Abidin RK • Minggu, 16 November 2025 | 06:04 WIB
Memasuki hari ketiga pascabencana longsor yang melanda Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, upaya pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
Memasuki hari ketiga pascabencana longsor yang melanda Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, upaya pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

CILACAP – Jumlah korban meninggal akibat longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, kembali bertambah. Hingga Sabtu malam, 15 November 2025, total korban yang ditemukan meninggal mencapai 11 orang setelah proses identifikasi selesai dilakukan tim gabungan.

Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menjelaskan bahwa pihaknya memperbarui data korban setiap hari selama operasi pencarian berlangsung.

“Per pukul 14.00 tadi, tim berhasil menemukan dan mengidentifikasi enam korban. Kemudian pada pembaruan pukul 19.00, jumlahnya naik menjadi 11 orang dan seluruhnya telah teridentifikasi,” ujar Bergas.

Pencarian akan dilanjutkan pada Minggu, 16 November 2025, mulai pukul 07.00 hingga 17.00. Fokus pencarian adalah menemukan 12 warga yang hingga kini masih dinyatakan hilang. Setiap korban yang ditemukan langsung menjalani proses identifikasi untuk memastikan nama dan domisilinya sebelum diserahkan kepada keluarga.

Menurut Bergas, wilayah pencarian dipusatkan di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut. Kondisi tanah yang masih labil membuat petugas harus sangat berhati-hati, terlebih setelah area tersebut beberapa kali diguyur hujan deras.

Untuk mempercepat proses, tim gabungan mengoperasikan 10 excavator serta satu unit Alkon. Selain itu, anjing pelacak K-9 Polri disiagakan apabila diperlukan dalam penelusuran titik-titik yang sulit dijangkau.

“Cuaca ekstrem beberapa hari ini membuat medan makin sulit. Hujan deras pada Sabtu sore sempat menghambat proses evakuasi,” kata Bergas.

Operasi pencarian dipimpin Komando Ops SAR Basarnas dan melibatkan 747 personel dari berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, relawan penanggulangan bencana, hingga perangkat daerah. Pencarian akan berlangsung selama tujuh hari sejak kejadian longsor.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meminta tim gabungan untuk terus bekerja hingga seluruh korban ditemukan. Ia juga mengimbau masyarakat di wilayah rawan bencana agar meningkatkan kewaspadaan, mengingat intensitas hujan masih tinggi.

Untuk mendukung operasi SAR, rencananya Minggu besok akan dilakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Cilacap guna memperpanjang waktu kerja tim di lapangan.

Kerja sama lintas sektor pun terus dilakukan, mulai dari BNPB, Basarnas, Kemensos, Kementerian PUPR, TNI-Polri, hingga BPBD provinsi dan kabupaten, Dinsos, Dinkes, Dishanpan, PU-BMCK, ESDM, serta PMI, Baznas, relawan, dan masyarakat.

Daftar korban meninggal hingga Sabtu, 15 November 2025:

  1. Julia Lestari, 20 tahun, Dusun Tarukahan RT 06 RW 03
  2. Maya Dwi Lestari, 15 tahun, Dusun Tarukahan RT 06 RW 03
  3. Yuni, 45 tahun, Dusun Tarukan RT 06 RW 03
  4. Nur Isnaeni, 30 tahun, Dusun Cibuyut RT 02
  5. Muhamad Hafiz, 6 tahun, Dusun Cibuyut RT 02
  6. Asmanto, 74 tahun, Dusun Cibuyut RT 02
  7. Febriansyah, 5 tahun, Dusun Cibuyut RT 02
  8. Rizky Pratama Ramadhan, 9 tahun, Dusun Cibuyut RT 02
  9. Dani Setiawan, 29 tahun, Dusun Cibuyut RT 02
  10. Rusyanto, 75 tahun, Dusun Cibuyut RT 02
  11. Satini, 28 tahun, Dusun Cibuyut

Jika Anda ingin versi lebih ringkas, lebih formal, atau siap untuk dirilis resmi, saya bisa sesuaikan.

Editor : Zainal Abidin RK
#jiwa #Longsor Cilacap #Korba #Ahmad Luthfi #cilacap