Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

SAR Terus Menyisir Sungai Jalinggo di Kendal, Satu Mahasiswa KKN UIN Walisongo Masih Hilang

Ali Mustofa • Rabu, 5 November 2025 | 17:38 WIB

 

Petugas mengevakuasi korban hanyut mahasiswa UIN Walisongo Semarang.
Petugas mengevakuasi korban hanyut mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

KENDAL — Duka mendalam menyelimuti Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang setelah enam mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi korban tragedi di kawasan wisata Tubing Jalinggo, Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Selasa (4/11).

Peristiwa ini menyita perhatian luas karena menimpa mahasiswa yang sedang menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.

Awalnya, sekitar 15 mahasiswa KKN UIN Walisongo tengah menikmati waktu luang dengan bermain air di aliran Sungai Jalinggo.

Baca Juga: Enam Mahasiswa KKN Hanyut di Sungai Kendal Lima Ditemukan Meninggal, Satu di Antaranya Warga Jepara

Cuaca di sekitar lokasi tampak cerah, sehingga para mahasiswa tidak menyadari adanya potensi bahaya dari hulu sungai.

Namun, sekitar pukul 13.50 WIB, aliran sungai yang semula tenang mendadak berubah deras. Banjir kiriman dari wilayah atas datang tiba-tiba akibat hujan deras di pegunungan.

Enam mahasiswa terseret arus deras dan terpisah dari rombongan.

Mereka adalah Nabila Yulian Desi, M. Labib Rizqi, Syifa Nadhilah, Riska Amelia (keempatnya mahasiswa Prodi Hukum Keluarga Islam), M. Jibril Assyarafi (Prodi Pendidikan Matematika), dan Bima Pranawira (Prodi Pendidikan Fisika).

Sembilan mahasiswa lainnya berhasil menyelamatkan diri, namun berada dalam kondisi syok berat dan langsung mendapatkan pendampingan dari tim psikososial di posko KKN.

Koordinator Lapangan Satgas BPBD Kendal, Ahma Garlih, menjelaskan kronologi kejadian tersebut.

Baca Juga: Duka Mendalam UIN Walisongo, Tiga Mahasiswa KKN Ditemukan Meninggal Dunia Usai Hanyut di Sungai Jalinggo Kendal

“Kami menerima laporan sekitar pukul dua siang. Berdasarkan keterangan saksi, saat kejadian para mahasiswa sedang bermain air di tepi sungai. Tiba-tiba air bah datang dari arah hulu dan menyeret enam orang ke tengah arus,” jelasnya.

Tak lama setelah laporan diterima, tim SAR gabungan langsung diterjunkan ke lokasi.

Mereka terdiri atas unsur BPBD Kendal, Basarnas Semarang, PMI Kendal, Polsek dan Koramil Singorojo, MDMC, LPBI NU, Ubaloka, Bodri Rafting, IOF, serta relawan masyarakat.

Tim dibagi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas jangkauan pencarian.

SRU 1 menyisir dari titik awal kejadian hingga Kedung Lantingan, SRU 2 dari Kedung Lantingan ke Jalinggo 1, SRU 3 dari Jalinggo 1 ke Jalinggo 2, dan SRU 4 dari Jalinggo 2 menuju Banyuringin.

Baca Juga: Tragedi Enam Mahasiswa KKN UIN Walisongo Hanyut di Singorojo Kendal, Tiga Ditemukan Meninggal Dunia

Hingga Rabu (5/11) pukul 09.45 WIB, lima mahasiswa telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Mereka adalah M. Jibril Asyarafi (Jepara), M. Labib Rizqi (Pekalongan), Syifa Nadhilah (Pemalang), Riska Amelia (Pemalang), dan Bima Pranawira (Gresik).

Satu korban lainnya, Nabila Yulian Dessi Pramesti (Bojonegoro), masih dalam pencarian hingga berita ini ditulis.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, membenarkan bahwa salah satu korban merupakan warga Jepara.

“Dari hasil identifikasi, korban atas nama Muhammad Jibril Asyarofi berusia 21 tahun, berdomisili di Kelurahan Krapyak, Kecamatan Tahunan, Jepara. Kami turut berduka cita dan telah berkoordinasi dengan keluarga,” ujarnya.

Arwin juga menyebutkan, pencarian korban dilakukan dengan sangat hati-hati karena kondisi medan yang licin, curam, dan berarus kuat.

“Kendala terbesar kami di lapangan adalah derasnya arus sungai. Namun, tim terus berupaya maksimal agar korban terakhir segera ditemukan,” tambahnya.

Selain tim dari Kendal, BPBD Jepara juga menurunkan empat personel untuk membantu operasi pencarian, yaitu Arif Wahyudin (Koordinator), Sriyono, Agus Suprianto, dan Akmal dari Tim Reaksi Cepat (TRC).

Baca Juga: POTRET Presiden Prabowo Tinjau Gerbong Khusus Petani dan Pedagang di Stasiun Manggarai

“Sampai saat ini lima korban telah ditemukan meninggal dunia, sedangkan satu lainnya masih dalam pencarian. Kami berharap hasil terbaik dapat segera diperoleh,” tutur Arwin.

Sementara itu, di lingkungan kampus UIN Walisongo Semarang, suasana haru menyelimuti mahasiswa dan dosen.

Rektor UIN Walisongo, Prof. Nizar, menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang menimpa mahasiswanya.

“Ini merupakan duka yang mendalam bagi seluruh keluarga besar UIN Walisongo. Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem KKN, terutama terkait keamanan, mitigasi risiko, dan pengawasan kegiatan lapangan,” tegasnya.

Sebagai langkah cepat, pihak universitas telah menurunkan tim pendamping dan dosen pembimbing lapangan ke lokasi kejadian untuk mendampingi keluarga korban serta membantu proses pencarian.

Selain itu, kampus juga menyiapkan layanan konseling dan dukungan spiritual bagi mahasiswa dan keluarga yang terdampak musibah tersebut.

Baca Juga: Berlangsung Panas dan Menegangkan, Arema FC Berhasil Tekuk Semen Padang FC dengan Skor Menyakitkan

“Keselamatan mahasiswa adalah prioritas utama universitas. KKN adalah wujud pengabdian kepada masyarakat, namun pelaksanaannya harus selalu disertai dengan kesiapsiagaan dan pertimbangan keamanan yang matang,” imbuh Prof. Nizar.

Hingga sore kemarin, penyisiran masih dilakukan hingga radius beberapa kilometer dari lokasi kejadian.

Tim SAR gabungan juga mendirikan posko utama di sekitar area Tubing Jalinggo untuk memantau kondisi sungai dan mempercepat koordinasi antarunit.

Warga sekitar pun turut membantu dengan menyediakan perahu karet, bambu, serta peralatan sederhana untuk memudahkan proses pencarian.

Salah satu warga, Sukarman (47), menuturkan bahwa arus Sungai Jalinggo memang sering berubah cepat ketika wilayah hulu diguyur hujan lebat.

“Air di sini bisa naik mendadak. Kalau hujan di atas, arus langsung deras. Mungkin anak-anak itu tidak tahu kondisi ini,” ujarnya.

Editor : Ali Mustofa
#Sungai Jalinggo #meninggal #masyarakat #uin walisongo semarang #pencarian #BPBD