RADAR KUDUS – Dunia pendidikan di Kota Solo digemparkan oleh insiden mengenaskan yang menimpa seorang murid Taman Kanak-Kanak di kawasan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon.
Seorang anak laki-laki mengalami luka pada bagian kemaluan setelah tanpa sengaja digunting oleh teman sekelasnya.
Peristiwa ini disebut murni akibat ketidaksengajaan dan ketidaktahuan anak-anak, namun tetap meninggalkan luka psikologis bagi korban serta keluarganya.
Kejadian tersebut juga menjadi peringatan keras bagi seluruh lembaga pendidikan agar lebih berhati-hati dalam menyediakan maupun mengawasi penggunaan alat yang berpotensi membahayakan siswa.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo, Dwi Ariyatno, menegaskan pihaknya langsung turun tangan untuk melakukan pendampingan dan mediasi dengan pihak terkait.
Ia mengingatkan, sekolah harus memperketat pengawasan demi mencegah peristiwa serupa.
“Segala sesuatu yang terjadi di lingkungan sekolah merupakan tanggung jawab tenaga pendidik dan lembaga pendidikan," ujar Dwi, Selasa (16/9).
"Karena itu, seluruh sekolah, bukan hanya yang bersangkutan, wajib meningkatkan pengawasan serta pendampingan terhadap anak didik,” jelasnya.
Menurutnya, baik sekolah negeri maupun swasta harus lebih selektif dalam memilih peralatan belajar.
Ia mengingatkan, benda sederhana seperti gunting bisa berbahaya bila tidak diawasi dengan baik.
Baca Juga: Pelarian Berakhir, Pembunuh Anggota Kodim 0707/Wonosobo Dibekuk Tim Gabungan di Rumah Kosong
“Disdik memiliki peran supervisi, termasuk ke sekolah swasta. Kejadian ini harus dijadikan bahan evaluasi bersama, meskipun langkah antisipasi sebenarnya sudah sering dilakukan,” tambahnya.
Kasus yang terjadi di TK Aisyiyah Sangkrah tersebut menjadi pengingat penting bahwa dunia anak-anak tetap memiliki risiko yang tidak bisa diremehkan.
Guru diminta lebih sigap, sekolah harus lebih jeli, agar insiden serupa tidak kembali melukai dunia pendidikan di Solo.
Editor : Ali Mustofa