KENDAL - Cuaca buruk menimbulkan musibah bagi nelayan di Kabupaten Kendal.
Sebuah kapal motor nelayan (KMN) Jolo Sutro asal Kendal yang membawa 10 ABK tenggelam dihantam ombak besar pada Selasa (20/8).
Akibatnya, tiga nelayan tewas dan 7 lainnya selamat. Korban pertama bernama Maryudi, warga Desa Kumpulrejo, Patebon.
Ia ditemukan Rabu (20/8) pagi di perairan Kendal. Kondisinya mengenaskan, terjerat jaring kapal yang ikut tenggelam.
Beberapa jam kemudian, dua korban lain berhasil ditemukan.
Mereka adalah Abdul Khamid dan Suudi, warga Dukuh Wonokerto, Desa Wonosari, Patebon. Keduanya ditemukan oleh KMN Mandala di perairan Kota Semarang.
“Dua jenazah ABK KMN Jolo Sutro yang hilang ditemukan di perairan Mangkang,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kendal, Hudi Sambodo.
Tim SAR kemudian mengevakuasi jenazah dengan kapal KN SAR Sadewa.
Jenazah dibawa ke Pelabuhan Kendal, lalu dilanjutkan ke RSUD dr H Soewondo untuk identifikasi.
Juru mudi KMN Jolo Sutro, Mastur, memastikan kedua jenazah adalah ABK kapalnya.
Menurut Hudi, Evakuasi jenazah dilakukan dengan kapal KN SAR Sadewa menuju Pelabuhan Kendal, sebelum kemudian dibawa ke RSUD dr. H. Soewondo Kendal untuk proses identifikasi yang menguatkan bahwa mereka adalah ABK KMN Jolo Sutro.
Sementara itu suasana haru menyelimuti keluarga korban saat jenazah tiba di Kendal, mengakhiri penantian cemas mereka sejak kapal tenggelam dihantam ombak besar pada Selasa siang (19/8).
“Operasi SAR resmi kami tutup setelah ketiga korban ditemukan, sementara kapal yang tenggelam tidak dilakukan evakuasi karena pemilik kapal sudah merelakan,” ujar perwakilan Tim SAR.
KMN Jolo Sutro membawa 10 awak saat tenggelam, tujuh berhasil selamat, sementara tiga lainnya yang sebelumnya hilang kini sudah ditemukan tak bernyawa.
Editor : Ali Mustofa