SEMARANG – Kebakaran rumah yang menewaskan satu keluarga di Jalan Pesanggrahan Mlatibaru Semarang Jumat (25/7) menyisakan cerita pilu.
Korban tewas adalah Amalia, 32, yang tengah mengandung tujuh bulan, Aminah, 65, Saidah, 55, Muhammad Aditya, 14 dan Kimora Azzelea Rachmadi, 4 tahun.
Nugroho, Ketua RT setempat mengatakan, awalnya ada satu saksi yang mendengar teriakan warga kebakaran.
“Ada warga yang teriak kebakaran. Saya kebetulan juga belum tidur, jadi dengar dan langsung keluar rumah,” ujarnya.
Begitu keluar, dirinya melihat api sudah membesar, dan menjilat atap rumah yang dihuni korban.
Akhirnya, dirinya bersama warga lain memberikan pertolongan sambil menunggu kedatangan pemadam kebakaran.
Sekitar 30 menit kemudian, datanglah mobil pemadam kebakaran. Sementara kobaran api benar-benar dijinakkan selama dua jam.
Usai api benar-benar padam, ditemukan lima orang meninggal dunia. Mereka adalah satu keluarga.
Nugroho juga enggan berprasangka negatif atas kejadian kebakaran tersebut. Menurutnya, kejadian tersebut murni kejadian musibah.
Lanjut Nugroho, usai pemadaman api, kelima korban berada di dalam kamar.
Bahkan saat kebakaran tidak terdengar suara minta tolong sama sekali. Dimungkinkan semuanya sedang tidur.
"Apakah mungkin tertidur lelap atau bagaimana. Itu rumah sebelahnya kalau gak tak seret keluar juga gak ke bangun," ujarnya.
"Padahal api besar. Ketika bangun terus menyelamatkan barang di dalam rumahnya," pungkasnya.
Editor : Ali Mustofa