Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sebelum Tewas, SNH Santriwati Penghafal Alquran asal Kendal Sempat Kenalan dengan Pria dari Pati di Instagram?

Nibros Hassani • Jumat, 18 Oktober 2024 | 04:59 WIB
Foto: Jawa Pos Radar Semarang
Foto: Jawa Pos Radar Semarang

RADAR KUDUS - SNH, santriwati usia 19 tahun, warga Dusun Gempolbapang, Desa Brangsong, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal ditemukan tewas dalam kondisi setengah telanjang oleh warga di dekat gubuk kebun di Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan, pada Kamis (17/10/2024) pagi.

Santriwati yang juga merupakan hafizah (gelar untuk penghafal Qur’an) itu diduga menjadi korban rudapaksa dan pembunuhan.

Baca Juga: Waduh, Warga Depok Jabar Curi Mobil Mewah Milik Warga Salatiga Jateng, Ingin Jual Hasil Curian Kepada Teman dengan Harga Rp 250 juta

Penemuan ini menghebohkan warga sekitar. Fotonya yang beredar di media sosial pun menyita perhatian warganet.

Dari penuturan ibu korban, Rohmatun, putrinya merupakan seorang santriwati hafizah di salah satu pondok pesantren di Ngampel, Kendal.

Baca Juga: Kisah Naomi Siswi SMK 3 Semarang yang Hilang di Gunung Slamet: Ikuti Burung Aneh dan Bertahan dengan Sepotong Roti

Tak hanya mengaji saja, ternyata SNH juga mengabdi ke pesantren dan bekerja sebagai penjahit.

Kata Rohmatun, sebelum ditemukan dalam kondisi mengenaskan, putrinya sempat mempunyai kenalan seorang pria dari Instagram.

Baca Juga: Heboh Mahasiswa Unnes Semarang Gantung Diri di Kos, Hasil Riset: Pemicu Korban Bunuh Diri Yakni Konflik Keluarga

Sosok laki-laki itu berasal dari Kabupaten Pati dan mengaku punya pesantren. Usia sosok lelaki itu lebih tua dari putrinya, namun ia lupa siapa namanya.

"Saya juga sempat lihat chattingan anak saya dengan dia di HP. Ngakunya orang Pati dan punya pondok," jelas Rohmatun, melansir dari Jawa Pos Radar Semarang.

Baca Juga: Cerita Teman Mahasiswa Unnes sebelum Bunuh Diri di Kosan Gunungpati Semarang: Dari Masalah Crypto hingga Judol

Setelah berkenalan di Instagram, keduanya terlihat intens berkomunikasi ketika anaknya memegang handphone.

"Dia (sosok laki-laki) itu katanya mau mampir kesini, mau ngajak anak saya ke Pekalongan ke Habib Luthfi. Tapi karena Minggu ada acara kan nggak jadi. Saya juga lupa namanya dia siapa," imbuhnya.

Baca Juga: Sebelum Bunuh Diri, Mahasiswa Unnes Semarang Diduga Sempat Bikin Story WA: Jaga Kesehatan, Gak Usah Ngerasa Stres Kuliah, Semua Bisa Dilalui

Kata Rohmatun, SNH termasuk anak yang cukup pendiam.

Sehingga dirinya harus lebih aktif untuk mengetahui aktivitas anaknya.

Ia mengaku sempat merasa tidak enak saat putrinya meminta untuk diantarkan ke pondok setelah mengaji pada acara haul kakeknya.

Baca Juga: Innalillahi, Mahasiswa Unnes Gantung Diri Pakai Kabel Wifi di Sebuah Kosan di Gunungpati Semarang, Ini Kronologinya

"Kemarin Minggu 13 Oktober itu kan kita ada acara haul. Dia yang ngaji memimpin khataman. Nah malamnya setelah acara itu, kok dia maksa harus pulang ke pondok saat itu juga, ya kita kan menyarankan pulang besok saja," jelasnya.

Rokhmatun tidak menaruh kecurigaan apapun kepada putrinya. Sehingga korban sempat pulang Sabtu pagi.

Baca Juga: Mahasiswa Unnes Semarang yang Bunuh Diri di Kosan Pernah Ikut Bukber Teman, meski Non Muslim, Teman: Dikenal Baik, Toleran, dan Pintar

Setelah acara selesai, SNH diantar oleh ayahnya ke Ponpes.

 

 

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#pemerkosaan #pembunuhan #pati jawa tengah #kendal #Darupono #Kaliwungu Selatan #kriminal jateng #Kriminal Asusila