Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Sosok dan Profil Andika Perkasa, Dari Panglima TNI Menuju Cagub Jateng

Zakarias Fariury • Selasa, 10 September 2024 | 00:11 WIB
SOSOK: Andika Perkasa diusung oleh PDIP sebagai Cagub di Pilkada Jawa Tengah 2024. (FOTO: BINA BANGUN BANGSA)
SOSOK: Andika Perkasa diusung oleh PDIP sebagai Cagub di Pilkada Jawa Tengah 2024. (FOTO: BINA BANGUN BANGSA)

RADAR KUDUS - Jenderal TNI (Purn.) Andika Perkasa, mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), kini resmi diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai calon gubernur dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Tengah 2024.

Bersama pasangannya, Hendrar Prihadi, mantan Wali Kota Semarang, Andika telah resmi mendaftarkan pencalonannya ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jawa Tengah pada 27 Agustus 2024.

Sehari sebelum pendaftaran, tepatnya pada Senin, 26 Agustus 2024, pengumuman pencalonan Andika disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP di Jakarta.

Dalam pengumuman tersebut, Hasto menegaskan bahwa Andika Perkasa merupakan sosok yang diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi Jawa Tengah dengan latar belakang militernya yang kuat dan pengalamannya dalam kepemimpinan nasional.

Andika Perkasa, yang lahir di Bandung pada 21 Desember 1964, merupakan purnawirawan TNI yang pernah menjabat sebagai Panglima TNI dari tahun 2021 hingga 2022.

Ia memulai karier militernya setelah lulus dari Akademi Militer pada tahun 1987. Karier militernya cemerlang, dengan pengalaman panjang di jajaran Kopassus, hingga berbagai posisi strategis di TNI Angkatan Darat dan TNI secara keseluruhan.

Selain prestasi militer, Andika juga memiliki latar belakang akademik yang solid. Ia meraih gelar Sarjana Manajemen dari Universitas Terbuka dan melanjutkan pendidikan pascasarjana di The Military College of Vermont, Norwich University, Amerika Serikat, di mana ia memperoleh gelar Master of Science (M.Sc.).

Pada tahun 2005, Andika menyelesaikan program doktoral di George Washington University, Washington D.C., dengan jurusan Public Policy and Public Administration.

Karier Andika di dunia militer dimulai sebagai perwira infanteri di korps baret merah (Kopassus), di mana ia bertugas selama 12 tahun di Grup 2/Para Komando dan Satuan-81/Penanggulangan Teror (Gultor) Kopassus.

Setelah itu, ia mendapat penugasan di Departemen Pertahanan dan Keamanan (Dephankam) dan Mabes TNI-AD, sebelum kembali ke Kopassus sebagai Komandan Batalyon 32/Apta Sandhi Prayuda Utama, Grup 3/Sandhi Yudha.

Pada November 2013, Andika diangkat menjadi Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), yang kemudian mengantarkannya pada kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal.

Hanya setahun berselang, ia dipromosikan sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), sekaligus memperoleh kenaikan pangkat menjadi Mayor Jenderal.

Karier Andika terus menanjak ketika pada Mei 2016 ia dipercaya memimpin Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura.

Jabatan ini merupakan tanggung jawab besar, mencakup wilayah yang luas dan strategis. Setelah menjalankan tugasnya dengan baik di Tanjungpura, pada 2018 ia diangkat menjadi Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI AD (Dankodiklatad) dengan pangkat Letnan Jenderal.

Tak lama berselang, ia kembali mendapatkan promosi sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), posisi yang sangat penting dalam struktur TNI AD.

Pada November 2018, Andika dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), menggantikan Jenderal Moelyono, dan menerima pangkat jenderal bintang empat.

Karier militernya mencapai puncak ketika pada 17 November 2021, ia dilantik sebagai Panglima TNI oleh Presiden Joko Widodo. Jabatan ini menjadikannya salah satu tokoh militer paling berpengaruh di Indonesia.

Setelah mengakhiri masa jabatannya sebagai Panglima TNI pada Desember 2022, Andika Perkasa mulai merambah dunia politik.

Ia bergabung dengan PDIP dan terlibat dalam Tim Pemenangan Nasional (TPN) pasangan calon presiden dan wakil presiden Ganjar Pranowo dan Mahfud MD pada Pemilihan Presiden 2024.

Di tim tersebut, Andika mengemban peran sebagai Wakil Ketua TPN, memperlihatkan peran strategisnya dalam dunia politik.

Kini, dengan resmi diusung sebagai calon gubernur Jawa Tengah oleh PDIP, Andika Perkasa menatap panggung baru dalam kariernya.

Dengan latar belakang militer yang kuat, pendidikan akademis yang mumpuni, serta dukungan dari PDIP, ia diharapkan mampu menjadi salah satu kandidat kuat dalam perebutan kursi Gubernur Jawa Tengah.

Bersama pasangannya, Hendrar Prihadi, Andika akan berusaha meyakinkan masyarakat Jawa Tengah untuk memilih mereka pada Pilkada 2024.

Pemilihan kepala daerah ini menjadi momentum penting bagi Andika untuk membuktikan kapasitas kepemimpinannya di ranah sipil, setelah sebelumnya berjaya di dunia militer.

Masyarakat Jawa Tengah kini menantikan langkah-langkah konkret yang akan diambil Andika dalam kampanyenya, termasuk visi dan misi yang akan diusungnya untuk memajukan provinsi yang dikenal sebagai salah satu lumbung suara terbesar bagi PDIP tersebut.(ury)

Editor : Ali Mustofa
#profil andika perkasa #Panglima TNI Andika Perkasa #andika perkasa #sosok #Andika Hendrar Prihadi #Andika Perkasa Hendrar Prihadi Sowan Gus Mus