RADAR KUDUS – Seorang remaja berusia 16 tahun berinisial AHD, meninggal secara tak wajar di rumah neneknya di Kecamatan Ngemplak, Boyolali Jawa Tengah.
AHD ditemukan meninggal di kamar saat hendak dibangunkan untuk makan siang pada Selasa sore (30/7).
“Dibangunkan neneknya untuk makan. Karena dibangunkan kok nggak bisa-bisa. Pas dicek, sudah tidak ada (meninggal dunia--Red), posisinya terlentang," jelas ayah korban, Darmudi.
Menurut Darmudi—ayah korban, anaknya meninggal dunia secara tak wajar.
Baca Juga: SPBU Paulan Colomadu Karanganyar Terbakar Hebat, Begini Kondisinya
Kasat Reskrim Polres Boyolali, Iptu Joko Purwadi mengatakan dari kasus penganiayaan ini, pihaknya telah menahan keempat tersangka sejak Rabu (31/7/2024).
Dari 4 tersangka tersebut, dia diantaranya masih dibawah umur.
Polisi mengatakakan penganiayan yang dilakukan mengenai organ dalam sehingga korban mati lemas.
"Dibeberapa bagian tubuh ditemukan memar, sampai bagian organ dalam," jelas Joko.
Baca Juga: SOSOK Musholizaky asal Boyolali Jateng yang Lulus Sarjana Jurusan Metalurgi di ITB dengan IPK 3,99
Melansir dari Radar Solo, Darmudi menduga kematian anaknya bermula ketika AHD membuat unggahan story di WhatsApp mengenai salah satu perguruan silat.
Ketika upload story itu, AHD belum bergabung dengan perguran silat.
Unggahan itu ternyata menimbulkan respons dari para anggota perguruan silat.
Baca Juga: POTRET Megah Pasar Jongke Solo yang Diresmikan Presiden Jokowi, Dulu Disebut Pasar Wage
"Mereka tidak terima, terus anak saya dicari ke sini (Desa Kismoyoso,Red) tidak ada. Terus ke tempat saya (Desa Manggung,Red) tidak ada. Mungkin karena takut, anak saya terpaksa berbohong bergabung tahun 2023 dan latihan silat di Kecamatan Nogosari," jelas Darmudi.
Usai unggahan itu, anaknya bertemu dengan anggota perguruan silat dan sempat melakukan latihan bersama.
Saat pulang AHD terlihat kesakitan namun enggan menjawab saat ditanyai bapaknya.
Sementara itu, dugaan penganiayaan lain terjadi pada Sabtu (27/7/2024) malam di salah satu sekolah di Asem Growong, Desa Sembungan, Kecamatan Nogosari, Boyolali.
Darmudi berusaha mendamaikan anaknya dengan pengurus perguruan silat ranting Nogosari
Namun upaya itu sia-sia dan AHD masih saja dianiaya.
"Sebenarnya anak saya ini depresi atau bagaimana, apa takut. Saya sudah pesan ke anak, kalau kamu ikut silat, ya nggak apa-apa, sing kuat, sing pinter. Sudah saya serahkan ke ranting Nogosari. Tapi kenapa begitu," jelasnya.
Editor : Abdul Rokhim