Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dua Orang Jadi Tersangka Kasus Tawuran Berdarah Antara Dua Geng di Kendal yang Menyebabkan Satu Orang Tewas

Ali Mustofa • Selasa, 22 Agustus 2023 | 19:05 WIB

Ilustrasi Perkelahian Maut
Ilustrasi Perkelahian Maut

 

KENDAL - Polres Kendal terus melakukan pendalaman terkait motif kasus penganiayaan aksi tawuran dua kelompok remaja di Desa Pamriyan, Kecamatan Gemuh. Selain itu, polisi sudah menetapkan dua tersangka dalam kasus ini.

Kasus penganiayaan dalam aksi tawuran antara dua kelompok remaja itu terjadi pada Minggu (20/8) pukul 02.00 WIB.

Yakni antara kelompok Mozza dan kelompok Kendal Mistik. Akibatnya, satu orang pelajar berinisial MUM meninggal dunia karena terkena sabetan senjata tajam. Kemudian satu orang lainnya berinisial MFR mengalami luka cukup serius karena bacokan.

Kapolres Kendal AKBP Feria Kurniawan menjelaskan, ada dua orang yang sudah ditetapkan Polres Kendal sebagai tersangka dalam kasus ini.

Pihaknya bersama Satreskrim Polres Kendal tengah mendalami motif sebenarnya terjadinya aksi tawuran remaja ini.

"Sekarang masih penanganan Satreskrim. Rencananya ada dua (tersangka) dari hasil pemeriksaan," ungkapnya Senin (21/8).

Lebih lanjut Feria mengatakan, untuk tindak lanjut kasus ini pihaknya melalui Binmas Polres Kendal akan melakukan koordinasi dengan para kepala sekolah.

Yakni untuk mengantisipasi supaya aksi tawuran tidak terulang kembali. Pihaknya juga akan melakukan pembinaan kepada para remaja dan siswa sekolah supaya tidak melakukan kegiatan negatif.

"Nanti dibuat formulanya seperti apa untuk solusi ini. Jadi kami butuh komunikasi baik dari dinas pendidikan maupun kepala sekolah secara langsung untuk membina siswanya," katanya.

Diberitakan sebelumnya, aksi tawuran antara dua kelompok remaja menggemparkan warga Kabupaten Kendal. Pasalnya dalam kejadian ini kembali memakan korban.

Sementara Gilang, sepupu MUM (korban meninggal) mengatakan, sepupunya merupakan pelajar kelas satu di SMK Bina Utama Kendal.

Dia mengaku mendapat kabar pada Minggu (20/8) pukul 06.00 pagi bahwa sepupunya meninggal dunia di RSI Weleri. Kemudian jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk dilakukan autopsi.

Setelah itu, jenazah korban tiba di rumah duka sekitar pukul 14.30 WIB. Selanjutnya dilakukan upacara prosesi pemakaman lalu dibawa ke makam terdekat yang sudah disiapkan pada Minggu sore.

"Saya bersama kakak ipar korban datang ke RSI Muhammadiyah Weleri pukul enam pagi. Ternyata benar, yang meninggal itu Uzhma sepupu saya," katanya di rumah duka.

Gilang melanjutkan, berdasarkan keterangan dari keluarga korban, sekitar pukul 12 malam, korban MUM masih di rumah.

Kemudian, korban keluar rumah berboncengan dengan temannya sekitar pukul satu dini hari. Saat itu korban berpamitan dengan alasan akan main.

"Waktu pergi dari rumah, Uzhma bonceng motor temannya. Setelah itu keluarga tidak tau, lalu dikabari sudah meninggal," jelasnya.

Saat wartawan ini berkunjung ke rumah duka, tampak beberapa warga sekitar rumah korban tengah melakukan tahlil dan doa bersama.

Tenda dan sejumlah kursi juga masih tertata di halaman rumah korban MUM di Gang Gembyang I RW 002 RW 001 Kelurahan Patukangan, Kecamatan Kota Kendal.

"Semoga pelaku segera tertangkap dan sepupu saya diampuni dosanya," tandas Gilang. (radarsemarang.jawapos.com)

 

Editor : Ali Mustofa
#tawuran #korban #remaja #Kapolres Kendal #polres kendal