RADAR KUDUS – Jumlah korban luka akibat gempa bumi berkekuatan besar yang mengguncang Venezuela terus bertambah.
Pemerintah setempat mencatat lebih dari 12.400 orang mengalami luka-luka, sementara seluruh fasilitas kesehatan telah dikerahkan untuk memberikan penanganan kepada para korban.
Penjabat Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, mengatakan seluruh layanan medis di berbagai wilayah kini difokuskan untuk merawat para korban yang terdampak bencana.
Ia juga mengungkapkan bahwa banyak pejabat pemerintahan di wilayah La Guaira dilaporkan meninggal dunia akibat gempa tersebut.
Selain menelan korban jiwa dan luka-luka, bencana ini juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang cukup parah.
Dikutip dari Antara, berdasarkan data pemerintah, sedikitnya 189 bangunan dilaporkan roboh total akibat kuatnya guncangan.
Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia hingga kini telah mencapai 2.295 orang.
Gempa dahsyat tersebut terjadi pada Rabu, 24 Juni, ketika dua guncangan kuat menggoyang negara yang berada di pesisir utara Amerika Selatan itu dalam waktu yang hampir bersamaan.
Gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 terjadi pada pukul 18.04 waktu setempat, kemudian hanya berselang sekitar 39 detik disusul gempa utama bermagnitudo 7,5 yang memperparah kerusakan di sejumlah wilayah.
Di tengah situasi tersebut, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas terus memantau kondisi para WNI yang berada di Venezuela.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyampaikan bahwa seluruh WNI yang terdata di Venezuela, yakni tiga orang, berada dalam keadaan aman, sehat, dan selamat.
Ia juga memastikan seluruh staf KBRI Caracas tidak terdampak bencana.
Selain itu, gedung kantor KBRI Caracas maupun Wisma Duta dilaporkan tidak mengalami kerusakan struktural yang berarti sehingga aktivitas pemantauan dan pelayanan terhadap WNI tetap dapat berjalan dengan baik.
Editor : Ali Mustofa