RADAR KUDUS - Pemerintah Israel mengungkap ambisi baru dalam pengembangan teknologi pertahanan dengan menargetkan terciptanya senjata laser yang mampu melumpuhkan satelit di orbit Bumi.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, yang menegaskan bahwa negaranya ingin menjadi pelopor dalam kemampuan tempur di luar angkasa.
Rencana ini menandai langkah baru Israel dalam memperluas kemampuan militernya, tidak hanya di darat, laut, dan udara, tetapi juga pada ranah antariksa yang kini semakin dipandang sebagai bagian penting dari strategi keamanan nasional.
Baca Juga: Update Harga BBM Pertamina Juli 2026: Dexlite dan Pertamina Dex Anjlok, Cek Daftar Lengkapnya
Laser Disiapkan untuk Menghadapi Satelit Pengintai
Menurut Israel Katz, sistem laser yang sedang dikembangkan ditujukan untuk menghadapi satelit milik pihak yang dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan Israel. Satelit-satelit tersebut dinilai berpotensi digunakan untuk misi pengintaian, pengumpulan intelijen, maupun pemantauan aktivitas militer.
Katz menyatakan bahwa salah satu prioritas pemerintah di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu adalah merekrut ilmuwan dan pakar teknologi terbaik guna mempercepat pengembangan sistem pertahanan generasi berikutnya.
Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada negara yang diketahui memiliki kemampuan operasional untuk menggunakan senjata laser sebagai sistem penghancur satelit di luar angkasa. Karena itu, Israel ingin menjadi negara pertama yang berhasil mewujudkan teknologi tersebut.
Ambisi Menjadi Pemimpin Teknologi Pertahanan Antariksa
Dalam pernyataannya, Katz menyebut penguasaan teknologi anti-satelit akan memberikan keuntungan strategis yang besar bagi Israel.
Menurutnya, kemampuan menyerang target di luar angkasa akan memperkuat efek pencegahan (deterrence), meningkatkan kemampuan pertahanan, sekaligus memberi keunggulan dalam menghadapi negara atau kelompok yang memiliki kemampuan intelijen berbasis satelit.
Selama beberapa tahun terakhir, ruang angkasa memang semakin dipandang sebagai domain militer baru. Sejumlah negara seperti Amerika Serikat, China, Rusia, India, hingga Prancis telah meningkatkan investasi pada teknologi antariksa untuk kepentingan pertahanan, termasuk satelit militer, sistem komunikasi, navigasi, hingga kemampuan anti-satelit (ASAT).
Namun, sebagian besar sistem anti-satelit yang pernah diuji menggunakan rudal penghancur, bukan teknologi laser berenergi tinggi.
Melanjutkan Pengembangan Iron Beam
Rencana senjata anti-satelit tersebut bukan langkah pertama Israel dalam mengembangkan teknologi laser militer.
Sebelumnya, Israel telah memperkenalkan Iron Beam, sistem pertahanan udara berbasis laser berdaya tinggi yang dirancang untuk mencegat roket, mortir, drone, dan berbagai proyektil jarak pendek. Sistem ini dikembangkan sebagai pelengkap Iron Dome, yang selama ini menjadi tulang punggung pertahanan udara Israel.
Iron Beam menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan sistem rudal konvensional, antara lain biaya intersepsi yang jauh lebih murah, kecepatan respons tinggi, dan pasokan tembakan yang tidak bergantung pada jumlah rudal pencegat.
Selain itu, industri pertahanan Israel juga tengah mengembangkan teknologi laser yang dapat dipasang pada pesawat tempur. Teknologi tersebut diharapkan mampu menghadapi ancaman udara, termasuk drone dan rudal, dari jarak yang lebih jauh.
Tantangan Teknologi Senjata Laser Antariksa
Meski terdengar menjanjikan, pengembangan senjata laser untuk menghancurkan satelit menghadapi tantangan teknis yang sangat kompleks.
Laser harus mampu mempertahankan kekuatan energinya saat menembus atmosfer, menjaga akurasi terhadap target yang bergerak dengan kecepatan tinggi di orbit, serta menghasilkan daya yang cukup besar untuk merusak komponen satelit.
Selain aspek teknis, pengembangan senjata anti-satelit juga berpotensi memunculkan kekhawatiran internasional karena dapat meningkatkan perlombaan senjata di ruang angkasa. Serangan terhadap satelit juga berisiko menciptakan puing-puing antariksa (space debris) yang dapat membahayakan satelit lain maupun misi luar angkasa di masa depan.
Hingga saat ini, Israel belum mengungkap jadwal maupun tahapan pengembangan sistem laser anti-satelit tersebut. Pemerintah hanya menegaskan bahwa proyek ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mempertahankan keunggulan teknologi militernya di tengah dinamika keamanan kawasan yang terus berkembang.
Editor : Mahendra Aditya