Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Hakim AS Ungkap Catatan Misterius Jeffrey Epstein Sebelum Tewas di Penjara, “Tidak Sebanding!”

Mahendra Aditya Restiawan • Kamis, 7 Mei 2026 | 08:59 WIB
Jeffrey Epstein di pengadilan West Palm Beach, Florida, pada 2008, menunjukkan awal dari skandal yang mengungkap jaringan koneksi elit globalnya
Jeffrey Epstein di pengadilan West Palm Beach, Florida, pada 2008, menunjukkan awal dari skandal yang mengungkap jaringan koneksi elit globalnya

RADAR KUDUS - Seorang hakim federal di United States resmi membuka dokumen yang diyakini sebagai pesan terakhir milik Jeffrey Epstein sebelum kematiannya pada 2019.

Dokumen tersebut diungkap ke publik setelah Hakim Distrik Kenneth Karas dari Pengadilan Distrik Selatan New York mengabulkan permintaan pembukaan arsip yang diajukan media The New York Times.

Surat yang belum dipastikan keasliannya itu disebut ditemukan oleh mantan teman satu sel Epstein dan kemudian dimasukkan ke dalam berkas pengadilan. Meski tidak bertanggal dan tanpa tanda tangan, isi catatan tersebut memperlihatkan kondisi mental Epstein yang dipenuhi tekanan, kemarahan, dan rasa frustrasi terhadap penyelidikan federal yang menjerat dirinya.

Dalam salah satu bagian surat, Epstein menyinggung proses investigasi yang menurutnya tidak menemukan bukti baru meski dirinya telah diawasi selama berbulan-bulan.

“Mereka menyelidiki saya selama berbulan-bulan dan tidak menemukan apa pun,” demikian isi salah satu kutipan dalam dokumen tersebut.

Catatan itu juga memuat kalimat bernada emosional yang dianggap menggambarkan kondisi psikologis Epstein sebelum meninggal dunia.

“Merupakan sebuah anugerah bisa menentukan kapan seseorang mengucapkan selamat tinggal,” tulis pesan lainnya.

Sementara pada bagian lain terdapat ungkapan singkat yang berbunyi, “Tidak menyenangkan, tidak sebanding.”

Pengungkapan dokumen ini kembali memicu perhatian publik terhadap misteri kematian Epstein yang hingga kini masih menyisakan berbagai spekulasi dan teori konspirasi.

United States Department of Justice atau Departemen Kehakiman AS menyatakan belum dapat memastikan apakah surat tersebut benar-benar ditulis oleh Epstein. Meski demikian, pihak pemerintah mengakui terdapat kepentingan publik yang sangat besar terkait kasus tersebut.

Dalam dokumen pengadilan, DOJ menyebut masyarakat memiliki perhatian tinggi terhadap segala hal yang berkaitan dengan kematian Epstein dan jaringan kasus kejahatan seksual yang menyeret banyak nama besar.

Kasus Epstein kembali menjadi sorotan setelah pemerintah AS mulai membuka jutaan dokumen terkait aktivitas ilegal dan relasi sosialnya melalui apa yang dikenal sebagai “Epstein Files”.

Langkah itu dilakukan setelah Kongres AS mengesahkan aturan transparansi baru pada musim gugur tahun lalu yang mendorong pembukaan arsip-arsip lama terkait kasus besar.

Jeffrey Epstein sendiri ditemukan tewas di dalam sel tahanan federal pada Agustus 2019 saat menunggu persidangan atas dakwaan perdagangan seks anak di bawah umur.

Kematian pria yang memiliki hubungan dengan sejumlah tokoh elite dunia itu langsung memicu kontroversi global. Banyak pihak meragukan kesimpulan resmi yang menyatakan Epstein meninggal karena bunuh diri.

Sejak saat itu, berbagai investigasi terus dilakukan untuk mengungkap jaringan kejahatan seksual yang melibatkan Epstein serta kemungkinan keterlibatan tokoh-tokoh berpengaruh lainnya.

Terbukanya dokumen terbaru ini diperkirakan akan kembali memunculkan perdebatan publik mengenai kasus Epstein yang hingga kini masih menyimpan banyak misteri.

Editor : Mahendra Aditya
#surat Jeffrey Epstein #hakim AS #Departemen Kehakiman AS #Epstein Files #jeffrey epstein