RADAR KUDUS – Perdana Menteri Irak terpilih, Ali Faleh Al-Zaidi, menawarkan Baghdad sebagai lokasi mediasi antara Iran dan Amerika Serikat.
Langkah tersebut disebut sebagai bentuk komitmen Irak dalam mendorong dialog demi meredakan ketegangan kawasan.
Melalui pernyataan di platform X yang dikutip dari Antara, Al-Zaidi menyampaikan bahwa dalam percakapan telepon dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, pihaknya menegaskan dukungan terhadap jalur diplomasi guna meredam krisis.
Ia juga menegaskan kesiapan Irak untuk berperan sebagai penengah antara Iran dan Amerika Serikat demi mendorong tercapainya solusi damai.
Ketegangan kedua negara meningkat setelah pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke wilayah Iran.
Serangan tersebut kemudian dibalas Teheran dengan aksi militer ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Pada 7 April, Washington dan Teheran sempat mengumumkan gencatan senjata.
Namun, perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan berarti.
Sejak saat itu, tidak ada laporan bentrokan baru. Meski demikian, Amerika Serikat diketahui menerapkan blokade terhadap pelabuhan Iran.
Saat ini, para mediator internasional terus berupaya menyiapkan putaran perundingan berikutnya antara kedua negara.