Prajurit TNI Gugur di Misi United Nations Interim Force in Lebanon, Pemerintah Desak Investigasi Serangan Artileri

Ali Mustofa • Dipublikasikan Senin, 30 Maret 2026 | 14:37 WIB
Praka Farizal Rhomadhon (FR), Anggota TNI yang diduga gugur di Lebanon, bersama keluarganya. (Instagram Gaza Update)
Praka Farizal Rhomadhon (FR), Anggota TNI yang diduga gugur di Lebanon, bersama keluarganya. (Instagram Gaza Update)

RADAR KUDUS Kementerian Pertahanan Republik Indonesia memastikan satu prajurit TNI gugur akibat serangan artileri Israel saat menjalankan tugas misi perdamaian di Lebanon Selatan.

Prajurit tersebut merupakan bagian dari Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S yang bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, prajurit yang gugur adalah Praka Farizal Rhomadhon, anggota Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti Brigif 25/SIwah Dam IM.

Ia lahir di Kulon Progo, Yogyakarta, pada 3 Januari 1998 dan meninggalkan seorang istri serta seorang putri berusia dua tahun yang kini tinggal di rumah dinas di Bireuen, Aceh.

Semasa berdinas, Praka Farizal dikenal sebagai prajurit berprestasi dan telah menerima dua tanda kehormatan, yakni SL Dharma Nusa dan SL Kesetiaan VIII Tahun atas dedikasinya.

Ia gugur pada Minggu, 29 Maret 2026 pukul 20.44 waktu Lebanon atau Senin, 30 Maret 2026 pukul 01.40 WIB di area Indobatt UNP 7-1, Desa Achid Alqusayr, Lebanon Selatan.

Dugaan sementara, korban terkena tembakan artileri milik Israel Defense Forces (IDF).

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia telah mengonfirmasi kabar gugurnya prajurit TNI tersebut di tengah meningkatnya ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah.

Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menjelaskan bahwa insiden terjadi ketika kontingen Indonesia menjalankan tugas di wilayah rawan konflik.

Pemerintah Indonesia menyampaikan duka mendalam atas gugurnya satu personel penjaga perdamaian serta luka yang dialami tiga personel lainnya setelah serangan artileri tidak langsung menghantam posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya intensitas saling serang antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan, yang memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan.

Indonesia secara tegas mengecam serangan yang menyebabkan korban dari pasukan penjaga perdamaian dan mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh serta transparan untuk mengungkap peristiwa tersebut.

Editor : Ali Mustofa
UNIFIL penjaga perdamaian Serangan Artileri lebanon indonesia Israel