RADAR KUDUS - Umat Islam di Malaysia, khususnya wilayah Melaka sudah menjalankan ibadah puasa sejak 2 Maret 2025.
Tarikh permulaan puasa bagi negeri di seluruh Malaysia ditetapkan menurut perintah Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddun Al-Mustafa Billah Shah setelah dipekenankan oleh Duli-Duli Yanv Maha Mulia Raja-Raja.
Pengumuman itu akan disiarkan menerusi Radio Televisyen Malaysia (RTM) seperti tahun-tahun sebelumnya.
Penentuan awal Ramadan 2025 di Malaysia mengikuti metode rukyah dan hisab yang dilakukan oleh Panel Pakar Falak (PPF) dari Jabatan Kemajuan Islam Malaysi (JAKIM).
Warga Malaysia perlu tahu jadual waktu imsak dan berbuka puasa pada bulan Ramadan agar memudahkan umat Islam di Malaysia mengetahui waktu sebelum memasuki Subuh dan berbuka puasa tepat pada waktunya.
Dengan mengetahui waktu Imsak dan berbuka puasa, umat Islam di Malaysia akan lebih disiplin dan teratur dalam menjalankan aktivitas dan beribadah di bulan suci Ramadan ini.
Dengan mengetahui jadual imsak dan waktu berbuka akan membantu kita memaksimalkan waktu ibadah kita, sehingga lebih berkualitas dan teratur.
Bila kita mengetahui jadwal imsakiyah dan waktu berbuka puasa, maka kita bisa mengatur waktu untuk membaca Alquran, berdoa, hingga bekerja.
Jangan lupa pastikan ketepatan waktu jam tangan / jam dinding di rumah anda dengan merujuk kepada Waktu Standard Malaysia (Lihat penerangan dan cara semakan di bawah).
Berikut dikongsikan jadual waktu buka puasa
Jangan lupa pastikan ketepatan waktu jam tangan atau jam dinding di rumah Anda dengan merujuk kepada Waktu Standard Malaysia.
Berikut ini Radar Kudus memberikan informasi terkait jadual imsak dan buka puasa selama Ramadan di wilayah Melaka Malaysia.
Jadual Imsakiyah Melaka Malaysia pada Ramadan 2025/1446 Hijriyah per 3 Maret 2025
Imsak: 06.03
Maghrib (Buka Puasa): 19.27
Catat jadwal imsakiyah, buka puasa, dan waktu salat untuk wilayah Melaka Malaysia agar ibadah Anda semakin khusyuk, teratur, dan berkah.
Selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga ibadahnya lancar dan selalu diberi kesehatan.
Editor : Noor Syafaatul Udhma