RADAR KUDUS – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beirut telah mengeluarkan pernyataan siaga untuk seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Lebanon.
Hal ini didasarkan pada situasi Lebanon yang kian panas setelah militer Israel melancarkan serangan ke Beirut hingga menewaskan komandan militer Hizbullah, Fuad Shukr.
KBRI pun meminta seluruh warga negara Indonesia (WNI) agar segera keluar dari Lebanon pasca konflik Israel-Hizbullah itu meningkat.
Hal ini terlihat dari rilis yang diunggah laman resmi KBRI Beirut pada Selasa (30/7).
Dalam postingan itu, KBRI mengeluarkan himbauan kepada seluruh WNI untuk berhati-hati dan siap.
“Kami mengimbau seluruh WNI di Lebanon untuk memastikan sudah memproses Lapor Diri kepada KBRI Beirut dan mempertimbangkan untuk dapat keluar dari Lebanon untuk sementara waktu secara mandiri selama layanan penerbangan komersial masih tersedia,"
Pihak KBRI juga meminta WNI yang akan pergi ke Lebanon untuk menunda perjalanan sementara waktu.
Baca Juga: Wow, Jerman Uji Coba Empat Hari Kerja Seminggu Gaji Tetap Utuh. Ini Alasannya
“Dengan pertimbangan buruknya kondisi keamanan di Lebanon Selatan (Saida, Hasbaya, Nabatiyeh, Marjeyoun, Tyre dan Aitaroun), telah ditetapkan Status Siaga I di wilayah tersebut sejak Oktober 2023.
Dalam kaitan ini, kami menghimbau seluruh WNI di Lebanon Selatan untuk berlindung di KBRI Beirut (safe house)” tulis dalam laman tersebut.
Baca Juga: Pertemuan COP28 di Dubai, Uni Emirat Arab Diwarnai dengan Aksi Protes Bela Palestina
Baca Juga: Ternyata! Hello Kitty Bukan Karakter Kucing tapi Manusia, Begini Penjelasannya
Selain itu, pihak KBRI juga mengingatkan seluruh WNI di Lebanon agar: menghindari kawasan yang rawan, menyimpan barang dan dokumen berharga pada tempat yang aman, mencermati dan bersikap waspada atas perkembangan situasi keamanan setempat, termasuk dengan memantau media massa dan sumber informasi resmi otoritas setempat.
“Jika sedang bepergian, harap menjaga barang berharga Anda seperti paspor, dompet, dan handphone dengan baik.
Jika sedang dalam keadaan darurat dan berbahaya, segera cari tempat berlindung lalu hubungi 112.
Jika kehilangan paspor atau mengalami pencurian paspor harap hubungi 112 atau pihak kepolisian terdekat, selanjutnya dapat menghubungi Hotline KBRI Beirut melalui telepon maupun whatsapp pada nomor +961 70817310," demikian keterangan pihak Kedutaan.
Editor : Abdul Rokhim