RADAR KUDUS – Tersangka penembakan mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhirnya terungkap. Biro Investigasi Federal (FBI) mengidentifikasi orang yang diduga menempak presiden ke-45 AS tersebut yakni Thomas Matthew Crooks yang masih berusia 20 tahun.
Dilansir dari BBC, Crooks terlibat dalam upaya pembunuhan terhadap Trump saat sedang berorasi di depan pendukungnya di Pennsylvania pada Sabtu, 13 Juli 2024. “Penyelidikan masih berlangsung,” kata FBI pada Senin, 15 Juli 2024.
Crooks tewas setelah ditembak Secret Service beberapa detik setelah melepas tembakan ke arah Trump.
Kasus penembakan Trump ini membuat telinga mantan Presiden AS ini terluka. Tak hanya itu, mantan Kepala Pemadam Kebakaran Corey Comperatore dilaporkan meninggal dunia serta dua orang lainnya dalma kondisi kritis.
Berikut Sosok Thomas Matthew Crooks
Dilansir dari AP News, Crooks diketahui berasal dari Bethel Park, Pennsylvania. Kira-kira 70 km dari lokasi penembakan. Bethel diketahui lulusan sekolah menengah atas dan pandai di bidang matematika dan sains. Setelah lulus, Crooks bekerja sebagai asisten ahli gizi di dapur panti jompo dekat dengan rumahnya.
Dari catatan pemilu, Croocks terdaftar sebagai simapatisan Partai Replubik yang mendukung Trump. Akan tetapi dia pernah menyumbangkan uang kepada kelompok kampanye liberal dari Partai Demokrat.
Baca Juga: Potret PPDB SD Grobogan : 14 Sekolah hanya Dapat Kurang dari 10 Murid, Ini Rinciannya
Pemilihan presiden tahun ini seharusnya menjadi momen pertama Crooks bisa memilih karena sudah cukup umur.
Diketahui sang ayang Matthew Crooks mencoba mencari tahu terkait kejadian yang menimpa anaknya. Namun dia tidak akan mengungkapnya identitas anaknya sampai bertemu dengan penegak hukum.
Polisi telah memasang blokade di sekitar rumah Crooks selam aproses penyelidikan. Polisi meminta keluarga, tempat kerja dan sekolah untuk bekerja sama.
Motif Penembakan Masih Abu-Abu
Motif penembakan Trump hingga kini belum jelas. FBI masih menyelidiki untuk mengetahui alasan penembakan yang dilakukan Crooks.
Menurut para pejabat, Crooks tidak memiliki riwayat interaksi dengan penegak hukum. Mereka juga belum menemukan laporan ancaman.
Sementara teman sekelasnya mengatakan sosok Crooks pintar, baik, dan sopan. Karena belum menunjukkan motif penembakan. Penyelidik akan memeriksa lebih dalam.
Diketahui ponsel Crooks dikirim ke ahli teknis di laboratorium FBI Quantico, Virginia, sedangkan kendaraannya juga diperiksa. Aktivitas media sosial dan akses telepon juga diperiksa.
Baca Juga: Niat Puasa pada 9 dan 10 Muharram atau Asyura Lengkap dengan Tata Cara dan Waktu Berpuasa
Hasil penelusuran menunjukkan, Crooks tidak mempromosikan kekerasan atau membahas pandangan politik melalui media sosial. “Kami sedang menyelidiki ini sebagai upaya pembunuhan. Namun kami juga melihat potensi serangan terorisme domestik,” kata pejabat senior FBI Robert Wells.
FBI pun meminta siapa saja yang memiliki informasi tentang kasus ini segera menyerahkan ke mereka. Dengan begitu kasus penembangan Trump segera terungkap.
Editor : Noor Syafaatul Udhma