Informasi ini didapat dari Lia Habermann melalui newsletter-nya di Substack secara detail. Ia juga membagikan slide marketing yang memperlihatkan tampilan aplikasi. Di dalam aplikasi, pengguna akan disambut feed utama yang menampilkan konten dari akun yang diikuti dan konten rekomendasi.
Habermann menambahkan bahwa aplikasi baru ini akan terpisah dari aplikasi utama Instagram. Selain itu, Instagram pun beres membahas aplikasi ini dengan sejumlah creator selama beberapa bulan. Rencananya, aplikasi cabang Instagram ini akan dirilis pada Juni mendatang.
Efektifnya, pengguna Instagram tak perlu membuat akun baru lagi. Bermodal username dan password akun Instagram, pengguna dapat mengakses aplikasi ini. Sehingga, followers, username, bio, dan verifikasi akan ditransfer dari aplikasi utama.
Instagram juga akan membawa kontrol privasi ke aplikasi baru ini, termasuk mentransfer daftar akun yang sudah diblokir di Instagram. Aplikasi ini juga akan memiliki pengaturan untuk mengontrol siapa yang boleh membalas dan me-mention akun pengguna.
Pengguna bisa mengunggah konten dalam bentuk teks hingga 500 karakter, jauh lebih pendek ketimbang caption Instagram. Selain teks, pengguna bisa melampirkan link, foto, dan video yang panjangnya hingga lima menit. Pengguna juga bisa menyukai dan membalas postingan orang lain.
Sejauh ini, aplikasi buatan Instagram itu terdengar sangat mirip seperti aslinya. Tapi ke depannya, Instagram mengatakan aplikasi ini akan memiliki elemen desentralisasi seperti Mastodon.
"Tidak lama lagi aplikasi kami akan kompatibel dengan aplikasi lainnya seperti Mastodon," kata Instagram dalam slide yang dibagikan Hubermann, seperti dikutip dari The Verge.
"Pengguna di aplikasi lain akan bisa mencari, mengikuti, dan berinteraksi dengan profil dan konten kalian jika akun kalian publik, atau jika akun kalian private dan kalian menerimanya sebagai follower," sambungnya.
Keberadaan aplikasi ini pertama kali dilaporkan oleh Monyecontrol pada bulan Maret lalu. Saat itu Meta selaku induk Instagram mengonfirmasi bahwa mereka sedang mengembangkan aplikasi media sosial terdesentralisasi untuk membagikan update dalam bentuk teks.
Jika aplikasi ini dirilis secara luas, maka Instagram akan menghadapi persaingan yang cukup ketat. Sejak Twitter dibeli oleh Elon Musk, muncul beberapa aplikasi pesaing lainnya seperti Mastodon, Bluesky, dan lain-lain. (detikcom)
Editor : Kholid Hazmi