Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tertarik dengan Kerja-kerja Kemanusiaan

Fikri Thoharudin • Senin, 26 Januari 2026 | 17:57 WIB
Kristina Natalia
Kristina Natalia

TOLONG menolong adalah kewajiban bagi sesama manusia. Namun, lebih dari itu. Hal tersebut menurut Kristina Natalia adalah kata kerja yang perlu dijalani seumur hidup.

Ya, bagi Kristina, membantu orang lain bukan sekadar aktivitas sosial, melainkan panggilan hati. 

Perempuan kelahiran 9 April 2005 asal Desa Damarwulan, Kecamatan Keling ini dikenal sebagai pribadi yang konsisten. 

Terlibat dalam kerja-kerja kemanusiaan, khususnya pendampingan perempuan dan kebencanaan.

Ketertarikannya pada isu kemanusiaan membawanya aktif setidaknya sejak 2023, sebagai pendamping sebaya. 

Di ruang ini, Kristina banyak belajar tentang empati, keteguhan, dan arti saling merangkul. 

Ia terlibat langsung mendampingi kasus-kasus sensitif, termasuk pelecehan, yang prosesnya panjang dan menguras emosi. 

Baginya, mendampingi hingga tuntas, dari penguatan korban, proses pengajuan, hingga pelaku akhirnya tertangkap, adalah bentuk tanggung jawab moral sebagai sesama perempuan.

“Banyak hal yang aku syukuri. Bisa membantu teman-teman yang membutuhkan, saling support, saling menguatkan,” tuturnya pada Senin (26/1).

Pengalaman tersebut membentuk Kristina menjadi pribadi yang lebih peka dan kuat. Namun, tanpa kehilangan sisi hangatnya.

Tak hanya di isu perlindungan perempuan, jauh sebelum itu, Kristina juga aktif sebagai relawan kebencanaan. 

Ia kerap turun langsung ke lapangan, termasuk dalam penanganan banjir di wilayah Jepara maupun Kudus baru-baru ini. Utamanya longsor di Desa Tempur.

Keterlibatannya dalam berbagai aksi kemanusiaan lainnya, membuat dirinya dikenal sebagai perempuan yang tangguh.

Dari sinilah ia merasakan makna membantu secara nyata. Berdiri bersama korban, bekerja dalam tim, dan belajar cepat di situasi darurat.

Berawal dari kegemarannya berorganisasi, Kristina kemudian bergabung dengan komunitas relawan yang memberinya ruang luas untuk terjun langsung ke lapangan. 

Relasi yang terbentuk, pengalaman yang ditempa, hingga kesempatan mengikuti lomba kebencanaan tingkat Jawa Tengah bersama tim yang mewakili Jepara menjadi momen paling berkesan baginya. 

Prestasi juara umum yang diraih bukan sekadar kemenangan. Melainkan simbol kerja kolektif dan kepedulian yang tumbuh dari niat tulus menolong sesama.

Sebagai anak tunggal dari keluarga dengan latar belakang tenaga kesehatan—di mana para sesepuhnya berprofesi sebagai perawat—nilai merawat dan melayani sudah lekat dalam kesehariannya. 

Di luar itu, Kristina juga memiliki kecintaan besar pada dunia pendidikan. Mencerdaskan anak semua bangsa, menjadi bagian dari cita-citanya. 

Kini, dirinya menempuh studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Terbuka pada 2026. Mengajar, baginya, adalah bentuk lain dari pengabdian. Pengabdian pada kemanusiaan.

Aktif di kegiatan pramuka sejak ekstrakurikuler hingga organisasi kepemudaan, Kristina menemukan ruang belajar yang membentuk karakter. Disiplin, peduli, dan tangguh. 

Dari lapangan bencana hingga ruang pendampingan perempuan, dari kelas hingga kegiatan sosial. Benang merahnya satu, yaitu keinginan untuk bermanfaat.

Kini, Kristina kembali menguatkan jejaring pendamping sebaya, saling menopang dan menguatkan sesama perempuan. 

Ia percaya, perubahan besar sering kali berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama, dengan empati dan keberanian.

"Menciptakan keadaan yang aman dan nyaman untuk semuanya. Jauh dari kekerasan, menebar kasih dan sayang," pungkasnya.(fik)

 

Editor : Zainal Abidin RK
#jepara #desa tempur #organisasi