Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Sosok Panca Nur Hidayati, Mahasiswi UIN Sunan Kudus yang Dinobatkan sebagai Duta KPI

Redaksi Radar Kudus • Jumat, 28 November 2025 | 17:21 WIB
Panca Nur Hidayati
Panca Nur Hidayati

PANCA Nur Hidayati, mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus baru saja dinobatkan sebagai Duta Komunikasi Penyiaran Islam (KPI).

Keberhasilan yang didapatkan itu, bukan hal yang mudah, melainkan belajar dari kegagalan.

Panca menceritakan, sejak awal masuk menjadi mahasiswa, dia sudah memiliki mimpi besar. Ia tertarik dan sudah merencanakan untuk menjadi Duta KPI 2025.

”Saya mempersiapkan diri dengan mencari banyak informasi tentang Duta KPI,” ungkapnya.

Dia yang saat ini berusia 20 tahun mengaku, perjalanannya tidak selalu mulus.

Ada satu momen yang menjadi titik balik, yakni ia tidak diterima di organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) KPI.

Dia sempat putus asa, karena saat mendaftar sebagai duta KPI juga tidak berhasil. Namun, itu justru menjadikan cambuk semangat untuk melangkah lebih jauh.

”Saat ada pendaftaran Duta KPI lagi, saya daftar lagi. Akhirnya lolos. Bagi saya, ini jalan lain untuk tetap bisa berkontribusi dan nantinya bergabung dengan HMPS KPI,” jelasnya.

Panca mendaftar sebagai Duta KPI lahir dari keyakinan sederhana, tapi penuh keberanian.

Menurutnya, yang membuat berani, dia percaya bahwa keberanian dan kepercayaan diri menjadi kunci mencapai cita-cita.

Meski begitu, rasa minder sempat menghampiri saat melihat kompetitor.

”Saya sempat minder melihat saingan-saingan yang punya potensi luar biasa. Lalu saya ingatkan diri sendiri: kalau saya saja tidak percaya pada diri sendiri, bagaimana orang lain akan percaya pada saya?,” ungkapnya.

Sebagai mahasiswa aktif, Panca memegang tiga prinsip manajemen waktu yang sangat membantunya.

Yakni, tidak menunda pekerjaan, melihat prioritas jangka pendek berdasarkan deadline, dan valuasi pentingnya kehadiran.

Panca mengaku, mata kuliah public speaking adalah salah satu yang paling membantunya tumbuh.

Tidak hanya belajar teori di kelas, tapi juga praktik langsung. Bahkan, sampai tampil di Meka TV.

Ia juga menekankan Program Studi (Prodi) KPI sangat terbuka bagi semua karakter mahasiswa.

Meski awalnya pemalu, di KPI akan dibimbing sampai percaya diri. Ia belajar berbicara di depan umum, fotografi, videografi, dan broadcasting.

Di balik prestasinya, Panca menitipkan pesan penting bagi siapapun yang sedang berjuang membangun percaya diri.

”Beranilah percaya pada dirimu sendiri. Setiap orang punya potensi unik. Latih skill-mu setiap hari, agar ketika kesempatan datang, kamu sudah siap. Kuncinya satu keberanian.

Panca meyakini gelarnya sebagai Duta KPI akan sangat berarti untuk karirnya ke depan.

Dengan relasi dan pengalaman yang saya dapat, akan lebih mudah bagi saya mencapai karir di dunia komunikasi dan penyiaran.

”Saya terus mengasah public speaking dan menulis. Semua ini investasi masa depan,” imbuhnya. (san)

Editor : Ali Mustofa
#mahasiswi #public speaking #kompetitor #kpi #menulis #uin sunan kudus