BERAWAL dari coba-coba, Alya Desika Anggraini justru beruntung di dunia musik. Kini dia diundang di berbagai acara besar.
Dia mengaku bukan terlahir dari keluarga seniman. Namun ia menyukai musik.
Untuk mengasah kemampuan, ia belajar otodidak lewat CD musik, juga mengikuti berbagai lomba.
“Saya dari kecil tidak pernah les vokal sama sekali. Awal mulanya ayah sering mendengarkan CD atau musik-musik lainnya. Semakin lama saya jadi suka dengan menyanyi,” pengakuan dara kelahiran Rembang, 19 Desember 2006.
Alya yang tinggal di RT 1 RW 1Desa Panohan, Kecamatan Gunem merasa klik.
Mulai dari itu menyanyi menjadi salah satu hobinya.
Dari kecil hingga remaja orang tua mendukung atas bakatnya tersebut. Di rumah ia sering berlatih bernyanyi (karokean).
Tak jarang berduet bersama ayahnya membawakan lagu. Jam terbangnya makin teruji.
Saat duduk di bangku kelas IV memberanikan diri ikut lomba.
Meski gagal, Alya tidak patah semangat. Kelas V kembali ikut lomba mapsi mocopat.
Karena pesertanya banyak dan belum begitu percaya diri (PD) dan masih malu-malu ia menduduki juara IV atau harapan 1.
Setelah itu kembali naik level. Ia ikut Festival Lomba Seni Siswa Sekolah (FLS2N). Hingga akhirnya mendapat juara I.
Hingga akhirnya menginjak dibangku SMP.
Meski disekolah saat itu tidak ada esktra musik, tapi sering tampil menyanyi.
Terbaru dirinya ikut ambil bagian di acara panggung berbakat 4 Rembangisme, berkarya dan berbudaya, di pasar Mbrumbung Rembang. (noe/mal)
Editor : Ali Mustofa