SEBUAH foto ditunjukkan pada wartawan ini. Dengan memakai dres warna hitam sampai lutut, perempuan itu tampak anggun.
Ia tampak lebih dewasa dari perempuan seusianya. Cantik. Terlebih ada selempang yang melilit di tubuhnya itu.
Bertuliskan finalis Mbakyu Kabupaten Blora 2023. Ialah Riona Dwi Andriani.
Terpilihnya wanita asal Desa Sendangwungu yang masih berusia 17 tahun itu bukanlah tanpa alasan.
Salah satu hal positif yang mengantarkannya memperoleh predikat itu karena keaktifannya dalam menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Ia kerap mengedukasi dan melakukan sosialisasi kepada remaja terkait persoalan sosial.
Ia ikut andil dalam organisasi Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) desa.
Ia mengatakan, keaktifannya dalam mengikuti organisasi di desa digunakan untuk mendapatkan pengalaman dan mengedukasi masyarakat dan remaja sebaya.
“Biasanya konseling remaja di desa dengan mengedukasi dan sosialisasi ke remaja terkait bahaya perundungan dan juga nikah muda,’’ jelasnya.
Terkait dengan kegiatannya itu, ia akhir-akhir ini juga khawatir akan kasus pelecehan terhadap anak-anak dan perempuan yang mencuat.
Ia juga menjelaskan, salah satu tugas di bentuknya PIK-R tersebut juga untuk memberikan edukasi tentang pelecehan seksual itu.
‘’Sosialisasi dan edukasi nya melalui nobar film tentang kenakalan remaja. Jadi biar tidak terkesan membosankan. Alhamdulillah sejauh ini berhasil,’’ tuturnya.
Selain bergabung PIK-R, dirinya juga bergabung dalam posyandu remaja di desa.
Dalam kegiatan itu, ia senang membantu para warga khususnya balita dan lansia di bidang kesehatan.
“Tugasnya cek kesehatan seperti tinggi badan, berat badan, cek tensi. Ini membantu warga untuk tahu kondisi kesehatannya,’’ ungkapnya. (tos/war)
Editor : Ali Mustofa