Rayma -sapaan akrabnya- baru menjadi barista sejak September 2021 silam. Ketertarikannya menjadi barista bermula sering nongkrong. Sekaligus penasaran cara membuat kopi. ”Nggak butuh lama sih bisanya. Kalau dilakukan dengan sepenuh hati akan mudah," ungkapnya.
Menurutnya, menjadi barista adalah kesempatan dan pengalaman yang paling berkesan. Profesi itu, dianggap sebagai ladang ilmu yang tidak pernah habis.
Pengalaman yang paling menantang adalah belajar meracik V60. Kalau komposisinya kurang pas dan teknik seduhnya salah akan berakibat fatal. ”Kopi rasanya akan pahit semua. Belajar membuat V60 sangat sulit," tambah dara berusia 22 tahun itu.
Selain itu, menjadi barista adalah meluangkan waktu di tengah kesibukan skripnya. Mahasiswi semester VIII ini, mengaku masih bisa menjalani kedua kegiatan itu.
”Kalau malam kerja, paginya ngerjain skripsi. Yang penting bisa membagi waktu saja," imbuhnya. (gal/lin) Editor : Ali Mustofa