Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Aquascape Jadi Tren Hobi, Perpaduan Seni dan Alam dalam Satu Akuarium

uinbroadcasting • Selasa, 30 Juni 2026 | 11:58 WIB
Keindahan aquascape memadukan tanaman air, bebatuan, kayu apung, dan ikan hias dalam satu akuarium, menciptakan ekosistem mini yang estetik sekaligus menenangkan.
Keindahan aquascape memadukan tanaman air, bebatuan, kayu apung, dan ikan hias dalam satu akuarium, menciptakan ekosistem mini yang estetik sekaligus menenangkan.

RADAR KUDUS - Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap hobi yang mampu memberikan ketenangan sekaligus nilai estetika, aquascape menjadi salah satu aktivitas yang semakin populer.

Hobi ini tidak hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga menghadirkan pengalaman menciptakan lanskap alam mini di dalam akuarium.

Tak heran jika aquascape kini digemari oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar, pekerja, hingga kolektor tanaman dan ikan hias.

Aquascape merupakan seni menata tanaman air dengan berbagai elemen dekoratif seperti batu alam, kayu apung (driftwood), pasir, dan substrat di dalam akuarium.

Berbeda dengan akuarium biasa yang lebih berfokus pada pemeliharaan ikan, aquascape mengutamakan perpaduan antara estetika, keseimbangan ekosistem, dan kreativitas.

Hasil akhirnya menyerupai pemandangan alam seperti hutan, sungai, lembah, hingga pegunungan dalam versi mini.

Sejarah aquascape telah dimulai sejak berabad-abad lalu. Catatan sejarah menunjukkan bahwa pada tahun 1369, seorang kaisar di Tiongkok mulai membuat wadah khusus untuk memelihara ikan hias sebagai bagian dari seni dekorasi.

Seiring berkembangnya teknologi akuarium dan pengetahuan tentang tanaman air, konsep tersebut terus berkembang hingga menjadi aquascape modern yang kini dikenal di berbagai negara.

Dalam perkembangannya, aquascape memiliki berbagai gaya yang bisa disesuaikan dengan selera pembuatnya. Salah satu yang paling populer adalah Nature Aquarium, yaitu desain yang meniru keindahan alam seperti pegunungan, sungai, atau hutan.

Ada pula gaya Iwagumi yang menonjolkan susunan batu dengan konsep minimalis khas Jepang, serta Dutch Style yang lebih berfokus pada kombinasi warna dan bentuk tanaman air sehingga menyerupai taman bunga di bawah air.

Keindahan aquascape tidak hanya berasal dari susunan tanaman, tetapi juga dari keseimbangan ekosistem di dalamnya.

Karena itu, terdapat beberapa komponen penting yang harus diperhatikan, mulai dari sistem filtrasi untuk menjaga kualitas air, pencahayaan agar tanaman dapat berfotosintesis, substrat sebagai media tanam, hingga nutrisi berupa pupuk khusus tanaman air.

Pada aquascape dengan tanaman yang lebih banyak, penggunaan sistem karbon dioksida (CO₂) juga sering diterapkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman agar lebih subur.

Selain memberikan nilai estetika, aquascape juga memiliki berbagai manfaat.

Aktivitas menyusun dan merawat tanaman air dipercaya dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan konsentrasi, melatih kesabaran, serta memberikan efek relaksasi.

Tak sedikit orang menjadikan aquascape sebagai dekorasi ruang kerja maupun rumah karena tampilannya mampu menghadirkan suasana yang lebih segar dan alami.

Cara Membuat Aquascape untuk Pemula

Bagi yang ingin mencoba hobi ini, membuat aquascape sebenarnya tidak terlalu sulit. Dengan perencanaan yang baik, siapa pun dapat menciptakan taman bawah air yang menarik.

Langkah pertama adalah menentukan ukuran akuarium sesuai kebutuhan dan ruang yang tersedia.

Untuk pemula, akuarium berukuran 30 hingga 60 sentimeter lebih direkomendasikan karena lebih mudah dirawat.

Selanjutnya siapkan perlengkapan utama, seperti akuarium, lampu LED khusus aquascape, filter air, substrat atau media tanam, pasir dekoratif, batu alam, kayu apung, tanaman air, serta cairan penetral air.

Apabila ingin menanam tanaman yang membutuhkan nutrisi tinggi, sistem CO₂ dan pupuk khusus tanaman air juga dapat ditambahkan.

Setelah semua perlengkapan tersedia, susun terlebih dahulu hardscape berupa batu dan kayu sesuai desain yang diinginkan.

Hardscape menjadi kerangka utama yang menentukan karakter aquascape sehingga penyusunannya perlu dipikirkan dengan matang.

Berikutnya, masukkan substrat sebagai media tanam. Bagian belakang akuarium biasanya dibuat lebih tinggi dibanding bagian depan agar menciptakan ilusi kedalaman sehingga pemandangan terlihat lebih alami.

Tanaman air kemudian ditanam menggunakan pinset agar lebih rapi. Tanaman berukuran kecil biasanya ditempatkan di bagian depan, tanaman sedang di bagian tengah, sedangkan tanaman tinggi berada di belakang.

Setelah proses penanaman selesai, isi akuarium dengan air secara perlahan agar susunan pasir dan tanaman tidak berubah. Gunakan piring atau plastik sebagai penahan aliran air saat pengisian.

Selanjutnya nyalakan filter dan lampu. Pencahayaan ideal berkisar antara enam hingga delapan jam setiap hari agar tanaman dapat melakukan fotosintesis secara optimal.

Ikan hias sebaiknya tidak langsung dimasukkan. Tunggu sekitar satu hingga dua minggu hingga kondisi air stabil dan bakteri baik mulai berkembang.

Setelah itu, ikan seperti neon tetra, guppy, rasbora, atau beberapa jenis ikan cupang dapat dimasukkan untuk mempercantik tampilan aquascape.

Tips Merawat Aquascape Agar Tetap Indah

Setelah aquascape selesai dibuat, perawatan rutin menjadi kunci utama agar tampilannya tetap menarik dan ekosistem di dalamnya tetap seimbang.

Penggantian air sebaiknya dilakukan setiap minggu sebanyak 20 hingga 30 persen dari total volume akuarium. Cara ini membantu menjaga kualitas air sekaligus mengurangi penumpukan zat sisa.

Tanaman air juga perlu dipangkas secara berkala agar pertumbuhannya tetap rapi dan tidak menghalangi cahaya untuk tanaman lainnya.

Daun yang mulai membusuk sebaiknya segera dibuang agar tidak mencemari air.

Kebersihan kaca akuarium juga perlu dijaga. Lumut yang mulai menempel dapat dibersihkan menggunakan alat pembersih khusus sehingga tampilan aquascape tetap jernih.

Filter air harus dibersihkan secara berkala agar sirkulasi air tetap optimal. Selain itu, tanaman air memerlukan tambahan nutrisi berupa pupuk cair atau pupuk tablet sesuai kebutuhan agar pertumbuhannya tetap sehat dan warna daun tetap cerah.

Durasi pencahayaan juga perlu diperhatikan. Menyalakan lampu terlalu lama dapat memicu pertumbuhan alga yang berlebihan. Oleh karena itu, lampu cukup dinyalakan sekitar enam hingga delapan jam setiap hari.

Apabila lumut mulai tumbuh berlebihan, lakukan penggantian air, kurangi durasi pencahayaan, serta tambahkan hewan pembersih seperti udang hias atau siput yang aman bagi tanaman.

Pemberian pakan ikan juga harus secukupnya. Sisa makanan yang mengendap dapat mencemari air dan memicu pertumbuhan alga sehingga mengurangi keindahan aquascape.

Selain itu, perhatikan kondisi tanaman dan ikan setiap hari. Jika ditemukan perubahan warna daun, tanaman layu, atau ikan menunjukkan perilaku yang tidak biasa, segera lakukan pengecekan kualitas air maupun sistem filtrasi agar masalah dapat diatasi lebih cepat.

Popularitas aquascape terus meningkat berkat media sosial yang dipenuhi berbagai inspirasi desain dan proses pembuatannya. Banyak penghobi membagikan hasil karya mereka, bahkan mengikuti kompetisi aquascape tingkat nasional hingga internasional.

Hal ini membuat aquascape tidak lagi dipandang sekadar hobi memelihara ikan, melainkan juga sebagai bentuk seni yang memadukan kreativitas, teknologi, dan kecintaan terhadap alam.

Meski membutuhkan biaya awal yang tidak sedikit, aquascape menawarkan kepuasan tersendiri.

Dengan perawatan yang konsisten, sebuah aquascape dapat bertahan selama bertahun-tahun dan tampil semakin indah seiring berkembangnya tanaman serta terbentuknya ekosistem yang sehat.

Bagi siapa saja yang ingin menghadirkan suasana alami di rumah maupun tempat kerja, aquascape bisa menjadi pilihan hobi yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga memberikan ketenangan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. (Muthia)

Editor : Ali Mustofa
#aquascape #Cara Membuat Aquascape #Hobi Aquascape