Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Fotografi Wildlife Birding: Berendam Delapan Jam di Tambak Demi Foto Burung

Ali Mustofa • Senin, 20 Juni 2022 | 03:51 WIB
Photo
Photo
PERJALANAN Yoco Mocodompis, 54, menghasilkan karya fotografi yang fenomenal tidaklah instan. Harus berani repot dan mengorbankan banyak waktu. Itu adalah salah satu kunci menghasilkan karya yang maksimal.

Yoce -sapaan akrabnya- telah membuktikan. Ia pernah berendam di tambak Desa Bungo, Demak, Jawa Tengah, selama 8,5 jam. Mulai pukul 10.00 hingga 18.30. Proses berkarya tersebut, untuk mengabadikan aktivitas burung blekok sawah dan kuntul.

”Prosesnya memang ribet dan persiapannya harus matang. Sekali memotret saya bisa dapat 1 ribu hingga 2 ribu frame foto dengan mode continuous shooting,” kata pria yang berdomisili di Perumahan Pankis Griya, Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati, Kudus, itu.

Ditanya awal memulai hobi fotografi, dia mengaku berangkat dari pemancing dan pencinta alam. Yoce kemudian mulai menekuni fotografi genre wildlife sejak 2008 silam.

Awal mulai memotret dia menekuni genre fotografi makro dengan spesialisasi freezing. Yoce mengabadikan gerakan terbang hewan mungil, seperti tawon. Lama kelamaan ia merasa jenuh dengan memotret hewan kecil. Ia memutuskan terjun ke alam liar untuk mengabadikan aktivitas mahluk hidup di sekitarnya.

Persiapan memotret di alam liar dengan makro tentu berbeda. Pria satu anak ini, dituntut lebih matang sebelum menjepret aktivitas burung di alam liar.

Biasanya, Yoce survei spot lokasi terlebih dahulu. Hingga sekitar satu pekan. Ia mengamati kehidupan burung yang diincarnya. Mulai waktu burung datang dan perginya dari lokasi, sekaligus arah datangnya cahaya. Itu menentukan hasil akhir jepretan.

”Setiap jam saya pantau. Kalau bisa saya ke lokasi sebelum burung itu datang. Motretnya, saya selalu pakai eye level angel (sejajar dengan mata),” katanya.

BUTUH PERJUANGAN: Salah satu hasil foto burung kingfisher karya Yoce Mocodompis. (YOCE MOCODOMPIS FOR RADAR KUDUS)
BUTUH PERJUANGAN: Salah satu hasil foto burung kingfisher karya Yoce Mocodompis. (YOCE MOCODOMPIS FOR RADAR KUDUS)
Yoce Mocodompis saat sedang memotret dengan berendam di tambak. (YOCE MOCODOMPIS FOR RADAR KUDUS)

Alat yang dibawa ke lokasi cukup banyak. Biasanya ia membawa tiga body kamera. Selain itu, lensa dengan focal lengt 300-600 mm. Dengan lensa sebesar itu, dia memotret dengan jarak dari obyek sekitar tiga hingga lima meter.

Tidak kalah pentingnya, papan pengapung sebegai penumpu badan di permukaan air. Selain itu, baju camo sebagai kamuflase yang tidak boleh ditinggalkan. Sebab, burung tidak akan mendekat dan tak mengetahui keberadaan fotografer.

Saat memotret, badan Yoce tertup peralatan kamuflase itu. Warnanya hijau, campur cokelat, dan hitam. Mirip semak atau dedauan. Yang terlihat hanyalah lensa. Mirip sniper.

”Pernah burung itu hinggap di atas kepala saya. Itu tandanya kamuflase saya berhasil. Saat memotret sebisa mungkin harus meminimalisasi gerakan tubuh,” jelasnya.

Dari jerih payah perjuanganya itu, karya Yoce diapresiasi banyak pihak. Di antaranya, pernah dibeli maskapai penerbangan Garuda, klien luar negeri, dipasang pada kartu e-tol, dan memenangkan perlombaan foto.

Dalam waktu dekat ini, Yoce akan menggarap proyek fotografinya kembali di tengah kesibukannya menjadi desainer furnitur perusahaan di Semarang ini. Dirinya tengah mengincar jenis burung kingfisher dan spesias burung Jawa yang dinyatakan langka.

Peran terjaganya alam menjadi hal terpenting untuk menghasilkan karya fotografi wildlife yang menunjang. Untuk itu, dirinya selalu berusaha menjaga kelesatarian alam. Ia juga mengimbau agar pemburu di alam liar tidak semena-mena terhadap mahluk hidup di alam. ”Habitatnya harus dijaga, karena ada beberapa jenis hewan yang terancam punah,” imbaunya. (gal/lin) Editor : Ali Mustofa
#hasilkan karya #fotografi #genre fotografi makro #Yoco Mocodompis #fotografi wildlife