GROBOGAN – Suasana haru dan khidmat menyelimuti Gedung Firdausia Grand Master Hotel Purwodadi saat Pondok Pesantren (Ponpes) Al Aqsho menggelar Haflah Khotmul Quran bil Hifdzi dan bin Nadzri ke-8 Tahun 2026–2027, Sabtu (27/6/2026). Sebanyak 25 santri tahfiz mengikuti prosesi wisuda di hadapan ratusan wali santri, dewan guru, ustaz, ustazah, serta pengurus pondok.
Prosesi dibuka dengan penampilan memukau para wisudawan. Secara bergantian mereka melantunkan hafalan Al-Qur'an mulai Surat At-Takatsur hingga An-Nas dengan bacaan tartil yang fasih dan merdu. Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari para tamu yang memenuhi ruang acara.
Seluruh wisudawan merupakan santri program Tahfiz hasil kerja sama Ponpes Al Aqsho dengan MAN 1 Grobogan. Santri putra tampil seragam mengenakan sarung tenun merah, kemeja merah, dan peci hitam. Sementara santri putri mengenakan busana senada dengan balutan kerudung krem. Masing-masing juga mengenakan syal sebagai tanda kelulusan.
Usai pembacaan hafalan, doa khatmil Quran dipimpin langsung oleh salah seorang santri. Suasana menjadi semakin khusyuk ketika seluruh hadirin mengamini doa sebagai ungkapan syukur atas keberhasilan para penghafal Al-Qur'an.
Pada kesempatan itu, Ponpes Al Aqsho memberikan penghargaan istimewa kepada para santri berprestasi. Albir Fayruza Najiha yang berhasil menuntaskan hafalan 30 juz dalam waktu tiga tahun menerima hadiah umrah. Selain menjadi hafiz, ia juga diterima di Fakultas Kedokteran.
Hadiah serupa diberikan kepada Ahmad Fatin Tamam. Santri yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz dalam tiga tahun secara bil ghaib sejak kelas X hingga kelas XII . Dia mendapatkan hadiah satu buah laptop. Dia mengaku mengaku keberhasilannya tidak lepas dari doa orang tua, ketekunan belajar, dan bimbingan para guru. Ahmad juga diterima di Fakultas Hukum UIN Yogyakarta.
Perwakilan wali santri, Nyamin Sutojo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengasuh dan tenaga pendidik Ponpes Al Aqsho. Menurutnya, lingkungan pesantren yang penuh kasih sayang tanpa kekerasan maupun senioritas menjadi salah satu faktor keberhasilan para santri menghafal Al-Qur'an.
”Di pesantren ini tidak ada kekerasan dan tidak ada senioritas. Yang tua membimbing, yang muda menghormati. Suasana seperti ini membuat anak-anak nyaman menghafal Al-Qur'an hingga meraih prestasi," ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pendiri dan pengasuh Ponpes Al Aqsho, Moch Farhan Ali Imron, beserta seluruh asatid dan asatidah yang telah membimbing para santri dengan penuh kesabaran.
”Kami mewakili wali santri mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Semoga Allah memberikan kesehatan, rezeki yang melimpah, dan keberkahan kepada seluruh pengasuh. Hadiah umrah ini menjadi motivasi besar bagi para santri agar semakin semangat menghafal Al-Qur'an," katanya.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Al Aqsho, Moch Farhan Ali Imron, berpesan agar para wisudawan menjaga hafalan yang telah diperoleh. Menurutnya, hafalan Al-Qur'an merupakan bekal utama dalam menjalani kehidupan.
”Kalian harus menjadi pionir dan garda terdepan karena di dalam diri kalian ada Al-Qur'an. Jangan sampai istana yang telah kalian bangun dengan hafalan itu runtuh hanya karena meninggalkan Al-Qur'an,” pesannya.
Farhan juga mengungkapkan perkembangan legalitas pondok pesantren. Ia menjelaskan proses perizinan telah berjalan dan saat ini memasuki tahap finalisasi.
"Kami berharap seluruh persyaratan segera selesai sehingga Ponpes Al Aqsho memiliki izin resmi dan diakui secara nasional," ujarnya.
Selain itu, ia mengaku program hadiah umrah baru pertama kali diberikan kepada santri penghafal 30 juz sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi. Program tersebut akan dipertahankan untuk memberikan semangat santri agar tekun dan bisa menyelesaikan target selama tiga tahun bisa hafal Al quran bi ghoib.
Tidak hanya itu, Ponpes Al Aqsho juga menyiapkan pengembangan lembaga pendidikan. Ke depan, pihaknya berencana mendirikan SD, SMP, dan SMA Bilingual yang memadukan program tahfiz Al-Qur'an dengan pembelajaran Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Bahasa China.
”Harapannya, kami dapat mencetak generasi muslim yang tidak hanya kuat dalam hafalan Al-Qur'an, tetapi juga siap menghadapi tantangan masa depan dengan kemampuan bahasa dan ilmu pengetahuan,” tandasnya.
Acara haflah ditutup dengan mauidzah hasanah yang disampaikan KH Misbahuddin dari Godong, Grobogan. Dalam tausiyahnya, ia mengajak para wisudawan untuk terus menjaga hafalan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup sekaligus bekal menuju kesuksesan di dunia dan akhirat.(mun)
Editor : Admin