GROBOGAN – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Dinarpusda) Kabupaten Grobogan terus mendorong peningkatan literasi masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi Perpustakaan yang digelar di Aula Lantai 2 Dinarpusda Grobogan, Selasa (5/5).
Kepala Dinarpusda Grobogan, Supriyanto, mengatakan derasnya arus informasi di era digital membawa kemudahan sekaligus tantangan besar, terutama terkait keabsahan dan kualitas informasi. Karena itu, kemampuan literasi informasi menjadi hal yang sangat penting.
“Literasi informasi bukan lagi sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan kemampuan untuk menemukan, mengevaluasi, menganalisis, serta menggunakan informasi secara bijak dan cerdas,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Ia menjelaskan, bimtek tersebut bertujuan membekali pustakawan, guru, maupun pegiat literasi dengan kemampuan teknis dalam memfilter informasi. Harapannya, masyarakat mampu membedakan antara fakta dan hoaks sehingga tercipta masyarakat yang cerdas dan melek informasi.
“Kami juga ingin memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan. Bimtek ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM),” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan Dinarpusda Grobogan, Kurniawan, menambahkan bahwa kegiatan bimtek literasi informasi ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai Mei hingga Oktober 2026, dengan total 13 kali pertemuan.
Peserta kegiatan meliputi pengelola perpustakaan desa dan sekolah, pustakawan, pegiat literasi, hingga guru dari jenjang PAUD sampai SMA/SMK. “Targetnya sebanyak 650 peserta. Untuk hari ini khusus diikuti guru serta pengelola perpustakaan sekolah tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Grobogan,” jelasnya.
Kurniawan berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan literasi, tetapi juga mendorong akreditasi perpustakaan sekolah di Grobogan. Selain itu, minat baca masyarakat juga diharapkan terus meningkat.
“Alhamdulillah, indeks pembangunan literasi masyarakat (IPLM) Kabupaten Grobogan setiap tahun mengalami peningkatan. Tahun 2026 ini bahkan sudah masuk sepuluh besar di Jawa Tengah,” ungkapnya.
Salah satu peserta bimtek, Leni Deswita, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Pengelola perpustakaan SMK Negeri 2 Purwodadi itu mengatakan banyak ilmu baru yang diperoleh, terutama terkait pengelolaan perpustakaan dan proses akreditasi.
“Mulai dari mengenali minat dan bakat siswa hingga tahapan akreditasi perpustakaan. Bahkan, Dinarpusda Grobogan siap mendampingi sekolah sampai mendapatkan akreditasi,” tandasnya. (mun)
Editor : Admin