Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Hilang Empat Hari, Lansia di Karangrayung Grobogan Ditemukan di Kubangan Lumpur

Intan Maylani Sabrina • Senin, 4 Mei 2026 | 19:19 WIB
OLAH TKP: Tim Inafis Polres Grobogan saat melakukan evakuasi korban.
OLAH TKP: Tim Inafis Polres Grobogan saat melakukan evakuasi korban.

GROBOGAN- Warga Desa Cekel, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, digemparkan oleh penemuan jenazah seorang pria lanjut usia di sebuah kubangan lumpur di pekarangan warga, Senin (4/5/2026).

Korban diketahui berinisial SP (83), warga Desa Telawah yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Penemuan bermula saat Muslim (53), seorang petani setempat, mencium bau menyengat ketika melintas sepulang dari sawah.

Rasa penasaran membawanya menelusuri sumber bau tersebut hingga akhirnya menemukan tubuh korban dalam kondisi tak bernyawa, tergeletak miring dengan sebagian tubuh terendam lumpur.

Temuan itu segera dilaporkan kepada warga dan perangkat desa, sebelum diteruskan ke Polsek Karangrayung.

Tak butuh waktu lama, petugas bersama Tim Inafis Polres Grobogan, tenaga medis Puskesmas Karangrayung II, dan BPBD Grobogan langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolsek Karangrayung AKP Sunarto mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan awal, korban diduga telah meninggal dunia sekitar empat hari sebelum ditemukan.

"Lokasi penemuan berada di kubangan lumpur yang cukup dalam, diduga bekas genangan air di tepi area persawahan," ujarnya.

Menurut AKP Sunarto mengungkapkan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Hasil visum luar dari tim medis juga memperkuat dugaan bahwa kematian bukan akibat tindak kriminal.

“Tidak ada tanda kekerasan. Dugaan sementara korban terjatuh dan tidak mampu keluar dari kubangan,” jelasnya.

Identitas korban dipastikan melalui pencocokan sidik jari oleh Tim Inafis dan sesuai dengan laporan orang hilang yang sebelumnya dilayangkan pihak keluarga pada akhir April 2026.

"Pihak keluarga menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi, disertai surat pernyataan resmi," imbuhnya.

Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD dr Soedjati Purwodadi untuk proses pemulasaran sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Diduga kuat, kondisi korban yang telah lanjut usia dan mengalami pikun membuatnya tersesat hingga terperosok ke dalam kubangan lumpur dan tak mampu menyelamatkan diri. (int)

Editor : Admin
#meninggal #grobogan #lumpur #lansia