Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Satu Nakes di Grobogan Sempat Terkena Campak, 1.028 Nakes dan Named Disuntik Vaksin MR

Intan Maylani Sabrina • Senin, 4 Mei 2026 | 11:25 WIB

VAKSINASI: Sejumlah nakes dan named saat mendapatkan vaksin MR baru-baru ini. (Dinkes Grobogan untuk Radar Kudus)
VAKSINASI: Sejumlah nakes dan named saat mendapatkan vaksin MR baru-baru ini. (Dinkes Grobogan untuk Radar Kudus)

GROBOGAN- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Grobogan menggelar imunisasi Campak-Rubella (MR) bagi tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga medis (named) dokter internship.

Total 1.028 orang ditargetkan mendapat vaksin demi mencegah penyebaran campak di lingkungan fasilitas kesehatan.

Imunisasi MR dosis pertama dilaksanakan pada 27–30 April 2026, sedangkan dosis kedua dijadwalkan pada 2–5 Juni 2026. 

Selain itu, Dinkes juga menyiapkan dosis sweeping atau penyisiran hingga 7 Juni 2026 bagi nakes yang belum sempat mengikuti imunisasi sesuai jadwal.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Grobogan, Sri Hadi Nugroho, menyampaikan total target imunisasi MR bagi nakes di Kabupaten Grobogan mencapai 1.028 orang.

“Target imunisasi MR untuk tenaga kesehatan dan internship di Kabupaten Grobogan sebanyak 1.028 orang,” jelas Nugroho.

Target tersebut terbagi di tiga rumah sakit rujukan utama, yakni RSUD dr Soedjati Purwodadi 617 orang, RSUD Ki Ageng Selo Wirosari 205 orang dan RSUD Ki Ageng Getas Pendowo 206 orang.
Hingga pelaksanaan dosis pertama, capaian imunisasi MR bagi nakes di Kabupaten Grobogan telah mencapai rata-rata 83,79 persen. 

Meski begitu, masih ada sebagian tenaga kesehatan yang belum bisa mengikuti vaksinasi karena sejumlah alasan.

“Masih ada yang cuti, sakit, kontraindikasi tertentu, termasuk ada yang hamil, sehingga tidak bisa langsung mengikuti imunisasi,” terangnya.

Untuk mengejar target, Dinkes memastikan sweeping akan dimaksimalkan agar seluruh sasaran bisa terlindungi.

Dinkes Grobogan juga mencatat sempat ada tenaga kesehatan yang terpapar campak pada April lalu.

“Kasusnya terjadi pada tenaga kesehatan di Puskesmas Gubug 1, namun yang bersangkutan sudah sembuh,” ungkapnya.

Nugroho memastikan vaksin MR aman diberikan. Namun, beberapa penerima vaksin melaporkan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) berupa keluhan ringan.

“KIPI yang muncul rata-rata berupa panas dan nyeri di area suntikan,” katanya.

Dinkes mengimbau nakes tidak perlu khawatir karena efek tersebut bersifat sementara dan akan membaik dalam waktu singkat.

Dengan adanya program imunisasi MR ini, Dinkes Grobogan berharap seluruh tenaga kesehatan dapat terlindungi, sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap optimal serta risiko penyebaran campak dapat ditekan. (int)

Editor : Admin
#named #campak #vaksinasi #grobogan #nakes