GROBOGAN – Kedatangan Sam, Gerry dan Kelly Benchegib disambut antusias oleh ratusan siswa SD N 2 Kramat dan SMP N 3 Karangrayung serta MTs Yasemi Karangrayung. Mereka antusias mengikuti kegiatan aksi bersih-bersih sampah di sekitar Sungai Jajar Lama Desa Kramat, Kecamatan Penawangan bersama ratusan warga dari kelangan TNI, POLRI, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD Grobogan.
Para siswa datang sejak pukul 07.00 WIB. Mereka ikuti acara seremonial pembukaan aksi bersih sampah dengan peserta lainya yang dipimpin Sungai Watch. Saat seremonial tersebut mendapatkan arahan dari Direktur Radar Kudus Baehaqi dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan Heru Dwi Cahyono. Setelah mendapatkan arahan. Pembersihan sungai dibagi menjadi tim.
Tim Pertama beranggotakan TNI dari satuan Koramil Penawangan, Godong dan Karangrayung serta anggota POLRI dari Mapolsek Karangrayung, Godong dan Penawangan. DItambah lagi dari personel Sungai Watch, Trio Benchegib Sam, Gerry dan Kelly dan Direktur Radar Kudus Baehaqi juga ikut terjun langsung membersihkan sampah.
Kemudian dari personel DLH, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), warga sekitar, Dishub dan Satpol PP. Tim ini terjun ke sungai membersihkan sungai yang penuh sampah organic dan anorganik. Menggunakan alat seadanya langsung terjun ke sungai dan mengambil sampah an organik dimasukan ke dalam karung. Sedangkan sampah organik diangkat ke atas tanggul agar tidak menyumbat saluran sungai.
Tim kedua beranggotan pelajar. Sebelum aksi bersih sampah. Mereka mendapatkan arahan dari tim Sungai Watch. Semua siswa dikumpulkan dan dibagi beberapa kelompok. Setiap kelompok dibekali karung untuk tempat sampah. Para siswa tersebut tugasnya mengambil sampah anorganik di sekitar rumah warga, tanggul sungai dan jalan. Sampah yang dikumpulkan berupa plastik, botol minuman, kertas dan yang lainya.
Setelah selesai berkeliling, sampah yang didapat kemudian ditimbang perkelompok. Hasilnya perkarung denagn bobot berbeda. Hasil keseluruhan sampah yang dikumpulkan dari siswa ini ada 67 kilogram. Bagi kelompok siswa mendapatkan sampah mendapatkan hadiah tumbler air minum.
”Hadiah tumbler ini agar digunakan sebaga pengganti plastic. Jika mau minum air tinggal isi ulang dan tidak gunakan plastik lagi,” kata salah satu tim panitia Sungai Watch.
Mendapatkan hadiah serta edukasi agar bijak menggunakan plastic. Para siswa merasa bahagia dan senang. Dimana mereka tahu tentang bahaya sampah palstik yang tidak bisa diurai tanah dan membutuhkan waktu puluhan tahun.
Santi siswa SMP N 3 Karangrayung mengaku senang mengikuti kegiatan bersih-bersih sampah di Sungai Jajar Lama Desa Kramat, Kecamatan Penawangan yang diinisiasi oleh Sungai Watch. Kegiatan tersebut memberikan edukasi pengelolaan sampah.
”Tadi saya ikuti aksi bersih sampah di sepanjang tanggul Sungai Jajar Lama. Kegiatan ini sangat bagus untuk mencerdaskan anak bangsa,” ujar siswa kelas VIII.
Nur Guru SMP N 3 Karangrayung mengaku senang bisa terlibat dalam aksi bersih sampah di Desa Kramat, Kecamatan Penawangan. Kegiatan tersebut sangat baik karena terkait dengan kebersihan lingkungan. Apalagi SMP N 3 Karangrayung masuk menjadi Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Tahun 2025.
”Anak-anak jadi tahu ternyata mengenal lingkungan bagus. Sekitar kita banyak sampah. Bisa membedakan sampah organik dan anorganik,” terang dia.
Dikatakan, dalam penanganan sampah organik cukup dibiarkan dan bisa untuk kesuburan tanah dan pupuk kompos. Sedangkan sampah anorganik tidak bisa diurai sampai ratusan tahun. Hal itu, akan mengganggu kesuburan tanah.
”Anak –anak hari ini dapat pengenalan sampah organik dan anorganik. Siswa juga dapat pengenalan tentang 3R (Reduce, Reuce dan Recycle) dan terjun langsung dengan mengambil sampah anorganik,” tandasnya.
Harapan dari kegiatan semua siswa bisa menerapkan tentang pengelolaan sampah di rumah dan dilingkungan sekitar. Adanya kedatangan Sam, Gerri dan Selly Benchegib bisa memberikan contoh kepada anak-anak. Dimana orang luar negeri saja bisa memberikan contoh. (mun)
Editor : Admin