GROBOGAN — Stok darah di Kabupaten Grobogan yang sempat menipis mendorong PMI Kabupaten Grobogan menggelar kegiatan donor darah meriah dalam rangka memperingati Hari Kartini, Selasa (28/4/2026).
Kegiatan yang digelar di halaman Markas PMI Grobogan itu diserbu ratusan warga hingga berhasil mengumpulkan 313 kantong darah dalam sehari.
Suasana kegiatan tampak ramai dan penuh semangat. Para pendonor tidak hanya berpartisipasi menyumbangkan darah, tetapi juga mendapatkan berbagai layanan gratis seperti es teh, bakso, minuman segar, snack, hingga tumbler sebagai bentuk apresiasi.
Ketua PMI Kabupaten Grobogan, Moh. Sumarsono, mengatakan kegiatan ini digelar sebagai upaya memenuhi kebutuhan darah yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami penurunan.
Selain itu, momentum Hari Kartini dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap aksi kemanusiaan.
“Peringatan Hari Kartini ini menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa setetes darah sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan. Ini juga sebagai penghormatan kepada Karl Landsteiner, penemu golongan darah,” ujarnya.
Menurutnya, kebutuhan darah bisa meningkat sewaktu-waktu, terutama untuk pasien operasi, cuci darah, hingga kondisi darurat.
Karena itu, kesadaran masyarakat untuk rutin mendonorkan darah sangat diperlukan.
Sedangkan, Kepala Unit Donor Darah PMI Grobogan, dr. Titik Wahyuningsih, menuturkan konsep kegiatan sengaja dibuat lebih atraktif agar masyarakat tertarik.
PMI menyiapkan 16 bed donor serta menambah petugas medis untuk mempercepat proses dan menghindari antrean panjang.
“Pendonor yang berhasil menyumbangkan darah mendapatkan es teh, bakso, minuman segar, bingkisan snack, tumbler, hingga sarung tangan,” jelasnya.
Antusiasme masyarakat cukup tinggi. Tercatat 346 orang mendaftar sebagai pendonor.
Namun, sebanyak 33 orang dinyatakan gagal donor karena tensi tinggi, hemoglobin rendah, sedang menstruasi, serta mengonsumsi obat tertentu.
Dari hasil kegiatan tersebut, PMI berhasil mengumpulkan 313 kantong darah dengan rincian golongan darah A sebanyak 69 kantong, B 89 kantong, O 126 kantong, dan AB 29 kantong.
Seluruh darah yang terkumpul langsung menjalani uji laboratorium untuk memastikan keamanan sebelum didistribusikan kepada pasien yang membutuhkan.
Salah satu pendonor, Jenny Aulia, sempat pingsan usai mendonorkan darahnya. Meski demikian, ia tetap bersemangat untuk kembali donor di kesempatan berikutnya.
“Kepala saya pusing, tiba-tiba saya sudah di ruangan ini. Ini kali pertamanya saya donor. Meskipun saya pingsan, saya tetap akan mendonorkan darah lagi, karena selain tubuh kita sehat kita juga bisa membantu orang yang membutuhkan,” tuturnya. (int)
Editor : Admin