GROBOGAN – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Grobogan terus dikebut.
Hingga pertengahan April 2026, tercatat sebanyak 61 KDKMP telah tuntas 100 persen dan siap menuju tahap operasional.
Dandim 0717/Grobogan Letkol Inf Wefri Sandiyanto menyampaikan pihaknya terus melakukan pengecekan langsung di lapangan untuk memastikan pembangunan koperasi berjalan sesuai target.
Tidak hanya sekadar mengejar jumlah, pengecekan ini juga dilakukan untuk memastikan kualitas bangunan, kelengkapan fasilitas pendukung, hingga kesiapan koperasi agar benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat.
“Kita akan terus melakukan pengecekan fisik pada koperasi yang sudah terbentuk 100 persen maupun yang masih dalam proses.
Sekaligus memberikan motivasi kepada pemerintah desa agar koperasi ini benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di Kabupaten Grobogan,” ujarnya.
Menurutnya, KDKMP bukan sekadar proyek pembangunan gedung, melainkan program strategis yang dirancang untuk mempercepat perputaran ekonomi desa.
Kehadiran koperasi diharapkan mampu menjadi wadah usaha produktif masyarakat, memperkuat UMKM lokal, membuka peluang kerja, hingga mendorong kemandirian ekonomi warga.
“Koperasi ini merupakan program strategis untuk mempercepat perputaran ekonomi di tingkat desa dan kelurahan,” pungkasnya.
Berdasarkan data terbaru, 61 gerai koperasi yang sudah rampung tersebut tersebar merata di 16 kecamatan.
Kecamatan Karangrayung menjadi wilayah dengan jumlah koperasi tuntas terbanyak yakni 11 titik.
Disusul Tegowanu dan Ngaringan masing-masing 7 titik.
Sementara Penawangan tercatat 6 titik, Kecamatan Grobogan 5 titik, Toroh dan Geyer masing-masing 4 titik, Godong dan Tawangharjo 3 titik, Kradenan 3 titik, Brati dan Gabus masing-masing 2 titik, serta Purwodadi, Gubug, Tanggungharjo, dan Klambu masing-masing 1 titik.
Tak berhenti di situ, pemerintah daerah juga telah menyiapkan agenda besar.
Seluruh KDKMP yang dibangun di Grobogan direncanakan akan dilaunching secara serentak pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Untuk tahun ini, Kabupaten Grobogan menargetkan pendirian 270 gerai KDKMP. Sedangkan target keseluruhan program mencapai 280 koperasi di seluruh desa dan kelurahan," jelasnya.
Namun dalam prosesnya, masih ada sejumlah hambatan terkait lahan. Tercatat 3 titik pembangunan terkendala karena berada di lahan milik Perhutani, sementara 11 titik lainnya masuk kawasan LP2B/LSD yang membutuhkan penyesuaian regulasi serta proses administrasi lanjutan.
Meski begitu, Letkol Inf Wefri menegaskan pengawalan tetap dilakukan agar target pembangunan dapat tercapai.
Ia berharap koperasi yang dibangun tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi benar-benar aktif dan mampu menjadi pusat penggerak ekonomi masyarakat. (int)
Editor : Admin