GROBOGAN – Nama Nurul Laili Khasanah kini menjadi salah satu representasi wajah muda Grobogan yang mampu menembus panggung internasional.
Di balik sosoknya yang sederhana, tersimpan rekam jejak panjang dalam dunia kepemudaan, pendidikan, dan gerakan sosial.
Sebagai kader aktif Fatayat NU Kabupaten Grobogan, Laili—sapaan akrabnya—tidak hanya berkiprah di tingkat lokal. Ia konsisten memperluas pengalaman hingga tingkat nasional dan internasional.
Puncaknya, ia dipercaya menjadi delegasi dalam program Changemaker Youth ASEAN Excursion #4 yang digelar oleh Changemaker Indonesia pada April 2026.
Namun, capaian tersebut bukanlah titik awal. Laili telah lama mengasah kapasitas diri melalui berbagai forum strategis. Ia pernah lolos seleksi nasional dan menjadi bagian dari delegasi Indonesia dalam program APEC Learning Community Builders (ALCoB) ICT Volunteer.
Program ini mempertemukannya dengan para pendidik dari berbagai negara seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina dalam kolaborasi peningkatan kompetensi teknologi informasi.
Tak hanya itu, perempuan muda ini juga tercatat sebagai penerima beasiswa bahasa internasional dari CILAD Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) pada 2022 untuk studi Bahasa Jepang.
Bekal ini semakin memperkaya wawasan globalnya, sekaligus memperkuat kemampuan komunikasi lintas budaya.
Di bidang sosial, kiprah Laili tak kalah menonjol. Ia pernah menjadi delegasi dalam program Youth Changemaker Volunteering di Klang, Malaysia, yang berfokus pada pendidikan bagi anak-anak Indonesia di luar negeri.
Selain itu, ia juga dinobatkan sebagai “Koordinator of The Year” dalam komunitas Senyum Anak Nusantara (SAN) Indonesia, mengungguli puluhan chapter dari berbagai daerah.
”Pengalaman ini yang turut membentuk karakter kepemimpinan. Bisa terlibat dalam program Sahabat Satu Nusa #2 Youth As The Cadre (YATC) di Lombok Timur,” kata Laili.
Beragam pengalaman tersebut menjadi fondasi kuat bagi Laili dalam mengikuti program internasional terbaru di kawasan ASEAN.
Dalam kegiatan itu, ia tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga sebagai duta nilai-nilai kepemudaan, toleransi, dan kolaborasi lintas negara.
Bagi Laili, keterlibatannya di berbagai forum bukan semata soal prestasi pribadi. Ia membawa misi yang lebih besar.
”Saya ingin bagian dari pemuda yakni menginspirasi generasi muda di daerah agar berani melangkah lebih jauh,” terang dia. (mun)
Editor : Admin