Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lampu Penerangan Jalan Dipindah Tepi Jalan Simpang Lima Purwodadi Grobogan

Sirojul Munir • Senin, 6 April 2026 | 16:45 WIB
DIPINDAHKAN – Lampu penerangan jalan dan pemisah jalan mengganggu di Jalan R Soeprapto Purwodadi dipindah disisi timur jalan, Senin (6/4).
DIPINDAHKAN – Lampu penerangan jalan dan pemisah jalan mengganggu di Jalan R Soeprapto Purwodadi dipindah disisi timur jalan, Senin (6/4).
GROBOGAN – Lampu penerangan Jalan di jalan R Soeprapto sebelah utara Simpang Lima Purwodadi dipindah, Senin (6/4)  Keberadaan pulau jalan berdiri lampu penerangan jalan  mengganggu karena jalan R Soeprapto sudah menjadi satu jalur. 
”Lampu penerangan atau highmast dan pulau di tengah jalan R Soeprapto dihilangkan. Karena keberadanya mengganggu untuk pengendara jalan yang melintas masuk di jalan satu jalur Jalan R Soeprapto,” kata Kepala Bapperinda Grobogan Afi Wildani.
Dikatakan, penghilangan pulau jalan karena jalan R Soeprapto sudah diberlakukan satu arah jalan.
Maka ketika ada pulau jalan bisa mengganggu pengendaraan lain untuk ke arah kota dari arah Simpang Lima Purwodadi.
”Posisi lampu penerangan jalan ditempatkan di sisi timur jalan tepat digabungkan dengan Pulau Jalan atau sebelah jalan dekat masjid Jabalul Khoir Simpang Lima Purwodadi,” ujarnya.
Program pemindahan lampu tersebut merupakan salah satu rangkaian program penataan Kota Purwodadi tahun 2026 dengan dana sebesar Rp 88 miliar. Dana itu berasal dari Dana Pinjaman dari Bank tahun 2026.
“Penataan kota ini bukan berarti nanti bebas banjir. Dalam kondisi tertentu tetap bisa terjadi. Misalnya kalau debit air di Sungai Lusi tinggi, air bisa masuk ke saluran irigasi kota,” terangnya.
Karena itu, pendekatan yang dilakukan difokuskan pada penanganan air hujan lokal, bukan semata-mata dari limpasan sungai. Revitalisasi drainase menjadi titik awal yang kemudian dikembangkan secara terintegrasi dengan penataan trotoar dan ruang hijau.
“Bermula dari drainase. Setelah itu di atasnya ada trotoar, lalu di atas trotoar kita tata lagi, termasuk vegetasi pohon,” imbuhnya.
Sejumlah pohon besar yang selama ini akarnya menutup saluran bawah akan dikaji ulang. Sebagian akan diganti demi menjaga kapasitas drainase tetap optimal, meski tetap mempertimbangkan keseimbangan lingkungan.
“Ada pohon yang dipertahankan, ada juga yang ditata ulang. Memang ada konsekuensi terhadap oksigen di kota, tapi dalam dua tahun bisa kembali normal,” katanya.
Selain itu, penataan juga mencakup pemasangan lampu penerangan jalan dan lampu khusus trotoar, serta pembaruan fasilitas pendukung seperti street furniture.
Langkah ini diharapkan mampu mempercantik wajah kota sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, terdapat delapan ruas jalan yang dibongkar secara bersamaan. Proyek ini mencakup pembangunan drainase dan trotoar di sejumlah titik strategis.
Di antaranya Jalan Ahmad Yani dan Jalan R.S. Parman dengan nilai Rp 27,9 miliar, Jalan D.I. Panjaitan Rp 20,1 miliar, Jalan Siswamiharja Rp 14,9 miliar, serta beberapa ruas lain seperti Jalan Sudirman, Bhayangkara, KS Tubun, dan Gatot Subroto. (mun)

 

 

Editor : Admin
#Mbangun Deso Noto Kutho #Jalan R Soeprapto Purwodadi #Penataan Kota Purwodadi #Jalan Satu Jalur #simpang lima purwodadi