GROBOGAN – Upaya mendukung gerakan hemat energi tak hanya digaungkan pemerintah, tetapi juga mulai dipraktikkan oleh kalangan legislatif. Sejumlah anggota DPRD Grobogan turut ambil bagian dalam program bike to work dengan bersepeda menuju kantor, Kamis (2/4).
Aksi tersebut dipelopori Ketua DPRD Grobogan, Lusia Indah Artani, bersama tiga anggota dewan yakni Amin Rois Abdul Ghoni, Heru Santoso, dan Megawati. Keempatnya berangkat dari rumah masing-masing di wilayah Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi, menuju kantor DPRD di Jalan Bhayangkara.
Dengan jarak tempuh sekitar tiga hingga empat kilometer, para wakil rakyat itu terlihat kompak mengayuh sepeda sejak pagi. Selain sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan penghematan energi, kegiatan tersebut juga menjadi ajang menjaga kebugaran.
Amin Rois Abdul Ghoni menuturkan, gerakan bike to work merupakan langkah konkret dalam menyukseskan program penghematan energi yang tengah digencarkan pemerintah, mulai dari tingkat pusat hingga daerah.
“Ini bagian dari upaya bersama untuk mendukung kebijakan hemat energi. Sekaligus menindaklanjuti arahan Gubernur Jawa Tengah agar masyarakat membiasakan pola hidup sehat melalui bersepeda,” ujarnya.
Politisi PPP itu menambahkan, penggunaan sepeda sebagai moda transportasi ke kantor dapat membantu mengurangi konsumsi bahan bakar minyak. Di tengah fluktuasi harga energi global, langkah sederhana tersebut dinilai memiliki dampak positif jika dilakukan secara masif.
“Kalau dilakukan bersama-sama, ini bisa mengurangi ketergantungan terhadap BBM sekaligus menjadi bentuk penghematan,” jelas anggota Komisi B DPRD Grobogan itu.
Ia juga mengajak seluruh anggota dewan untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan tersebut sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah. Menurutnya, langkah kecil seperti bersepeda bisa menjadi contoh bagi masyarakat luas.
Lebih jauh, Amin Rois mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya sudah terbiasa bersepeda, baik untuk olahraga maupun sebagai sarana menuju tempat kerja. Kebiasaan itu juga memberi manfaat lain, yakni membuka ruang interaksi langsung dengan warga.
“Dengan bersepeda, kita bisa menyapa masyarakat di jalan, mendengar langsung aspirasi mereka, sekaligus merasakan kondisi di lapangan,” tuturnya.
Gerakan bike to work yang mulai digalakkan ini diharapkan dapat menjadi budaya baru di lingkungan pemerintahan, sekaligus menginspirasi masyarakat untuk hidup lebih sehat dan hemat energi. (mun)
Editor : Admin