GROBOGAN – Sebanyak 500 pemudik akhirnya tiba di Pendopo Kabupaten Grobogan pada Senin malam (16/3) setelah menempuh perjalanan dari perantauan Jakarta menggunakan 10 bus yang difasilitasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Kedatangan rombongan pemudik tersebut bahkan lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan. Semula para pemudik diperkirakan tiba sekitar pukul 21.00 WIB, namun rombongan sudah sampai sekitar pukul 18.00 WIB, atau tiga jam lebih awal.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Grobogan Mundakar menjelaskan, program mudik gratis ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah bersama mitra terhadap warga Grobogan yang merantau di kota besar.
“Jadwal kedatangan memang maju sekitar tiga jam. Semula diperkirakan pukul 21.00 WIB, tetapi rombongan sudah sampai sekitar pukul 18.00 WIB,” ujar Mundakar saat menyambut para pemudik di Pendopo Kabupaten Grobogan.
Ia menyampaikan, pada gelombang mudik kali ini terdapat 500 warga Grobogan yang difasilitasi pulang kampung menggunakan 10 armada bus.
Menurutnya, program ini bisa terlaksana berkat dukungan BPR BKK Purwodadi melalui program CSR. Pasalnya, keterbatasan anggaran membuat program mudik gratis belum dapat sepenuhnya dibiayai melalui APBD Kabupaten Grobogan.
“Bantuan bus berasal dari BPR BKK Purwodadi melalui program CSR karena APBD Grobogan belum bisa meng-cover. Maka kami bekerja sama dengan BKK Purwodadi untuk menyelenggarakan kegiatan mudik gratis ini,” jelasnya.
Mundakar juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Grobogan serta pihak BKK Purwodadi yang telah mendukung kegiatan tersebut sehingga berjalan lancar.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, dan BKK Purwodadi sehingga kegiatan ini bisa berjalan lancar. Harapannya tahun depan bisa lebih besar lagi dan semakin banyak pihak yang mendukung,” tambahnya.
Ia juga menyebutkan bahwa sejumlah lembaga perbankan di Jawa Tengah, termasuk Bank Jateng, mulai menunjukkan partisipasi dalam program mudik gratis di wilayah provinsi.
Sementara itu, Bupati Grobogan Setyo Hadi dalam sambutannya mengaku memiliki pengalaman pribadi sebagai perantau di Jakarta saat masih muda. Ia menceritakan perjuangan hidupnya ketika bekerja sebagai tukang cat di ibu kota.
“Saya dulu juga pernah merantau di Jakarta sebagai tukang cat. Waktu itu kehidupan masih susah, sering makan mie godog. Kalau bisa makan sego Padang rasanya sudah menjadi makanan yang sangat istimewa,” kenangnya.
Pengalaman tersebut, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa banyak warga Grobogan yang berjuang keras di perantauan demi kehidupan yang lebih baik.
Ia pun meminta doa restu kepada masyarakat Grobogan agar pemerintahan yang dipimpinnya dapat berjalan dengan baik.
“Saya minta doa restu kepada seluruh warga Grobogan yang sedang mudik agar kami bisa menjalankan pemerintahan dengan aman dan kondusif, sehingga Grobogan bisa lebih maju dan berkelanjutan,” ujarnya.
Bupati juga mendoakan agar para pemudik dapat berkumpul kembali dengan keluarga di kampung halaman setelah lama merantau.
“Saya yakin bapak ibu semua sangat kangen keluarga. Semoga perjalanan ini membawa kebahagiaan karena bisa kembali ke rumah dan bertemu keluarga masing-masing saat Lebaran,” tambahnya.
Direktur BKK Purwodadi Anita Fitriani Yusuf mengatakan, dukungan terhadap program mudik gratis merupakan bentuk kepedulian lembaganya kepada masyarakat Grobogan yang bekerja di luar daerah.
Dalam program tersebut, BKK Purwodadi menyediakan 10 bus untuk mengangkut 500 pemudik dengan total biaya sekitar Rp163 juta.
“Program ini kami dukung untuk memberikan fasilitas kepada para pemudik asal Grobogan. Kami menyediakan 10 bus untuk 500 pemudik dengan total biaya sekitar Rp163 juta,” jelasnya.
Ia menambahkan, dukungan yang diberikan tidak hanya berupa tiket perjalanan pulang, tetapi juga mencakup kebutuhan makan dan minum para pemudik selama perjalanan menuju Grobogan.
“Harapan kami ke depan BKK Purwodadi bisa semakin berperan dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat Kabupaten Grobogan,” tandasnya. (mun)
Editor : Admin