Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pengecoran Jalan Tinanding Selesai Tinggal Nunggu Masa Usia Beton

Sirojul Munir • Minggu, 8 Maret 2026 | 15:51 WIB

SELESAI PENGECORAN  – Pekerja sedang melakukan pekerjaan usai selesai pengecoran dalam pembangunan Jalan Purwodadi – Semarang di Desa Tinanding, Kecamatan Godong.
SELESAI PENGECORAN – Pekerja sedang melakukan pekerjaan usai selesai pengecoran dalam pembangunan Jalan Purwodadi – Semarang di Desa Tinanding, Kecamatan Godong.

GROBOGAN – Pembangunana jalan cor beton di jalan provinsi Semarang–Purwodadi di KM 35+000, Desa Tinanding, Kecamatan Godong  kini sudah selesai pengecoranya. Setelah selesai cor jalan maka tinggal menunggu masa kering agar bisa dilewati.

Dari pantauan koran ini, Minggu (8/3)jalan yang amblas dibawa banjir akibat jebolnya tanggul terseebut telah selesai dibangun cor beton.

Pekerja sedang melakukan perapian pekerjaan. Namun, bahu jalan belum dibangun dan masih menunggu cor keringan.

Pengecoran badan jalan ditargetkan mulai dilakukan pekan ini.

Jika berjalan sesuai rencana, pembukaan akses lalu lintas atau open traffic dapat dilakukan sekitar satu pekan setelah pengecoran selesai, guna memastikan konstruksi beton benar-benar kuat dan aman dilalui kendaraan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (PUSDATARU) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menjelaskan setelah selesai pengecoran jalan maka tinggal menunggu masa menunggu usia beton. Setelah usia beton selesai maka jalan bisa dilalui kendaraan.

”Jika beton sudah kering maka pada H-7 Lebaran bisa dilalui,” kata Henggar Budi Anggoro.

Dikatakan, sambil menunggu masa beton kering maka dilakukan finising jalan dan membangun bahu jalan.

Saat ini Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Semarang tengah memfokuskan pekerjaan pada pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT) pasangan batu.

Dijelaskan, rehabilitasi diawali pada 21 Februari 2026 dengan pembangunan kisdam atau bendung sementara di ruas Jalan Semarang–Godong KM 35+000.

Pemasangan kisdam menjadi langkah awal yang sangat menentukan, karena berfungsi menahan laju air agar tidak masuk ke area konstruksi.

“Tujuan pemasangan kisdam untuk menahan laju air agar tidak masuk pada konstruksi, sehingga proses pembangunan perkerasan jalan dan DPT berjalan lancar,” terang Henggar.

Dua hari berselang, tepatnya 23 Februari 2026, tim mulai memasang pondasi cerucuk untuk pembangunan DPT di sisi selatan.

Pekerjaan kemudian dilanjutkan dengan pengurugan bahu jalan dan pembersihan lumpur di sisi utara, sekaligus pembangunan DPT pasangan batu di kedua sisi ruas.

Pada Jumat (28/2), dilakukan pembongkaran segmen beton yang terangkat akibat genangan air.

Setelah itu, tim meratakan galian tanah untuk perkerasan badan jalan dan melakukan pemancangan trucuk dolken sebagai penguat struktur bawah.

Untuk mendukung percepatan, BPJ Semarang mengerahkan satu unit excavator, satu unit dozer, satu unit vibro roller, serta dua unit pompa air guna mengeringkan area kerja. Kisdam dipasang membentang di sisi titik pekerjaan untuk menahan debit air dari saluran sekitar.

Struktur bendung sementara tersebut dibuat dari timbunan tanah yang dipadatkan dan diperkuat dengan material pendukung guna meminimalkan rembesan. Dengan adanya kisdam, area kerja dapat dikondisikan lebih kering sehingga tahapan pembangunan perkerasan jalan dan DPT bisa dilakukan secara optimal.

Petugas juga melakukan pemantauan berkala terhadap stabilitas tanggul sementara. Cuaca mendung dan potensi hujan yang masih tinggi membuat pengawasan ekstra menjadi keharusan.

”Tanpa pengendalian air, pekerjaan struktur bawah jalan berisiko mengalami penurunan kualitas akibat tanah yang labil. Karena itu, pengeringan dan pengamanan area konstruksi menjadi prioritas sebelum masuk tahap pengecoran,” tegasnya. (mun)

 

 

Editor : Mahendra Aditya
#jalan purwodadi semarang #banjir #Gubernur Jateng Ahmad Luthfi